Wednesday, June 3, 2020

Pengertian, Larangan, Akibat Dan Cara Menghindari Fasik

Pengertian, Larangan, Akibat Dan Cara Menghindari Fasik

Menurut bahasa, kata fasik dalam bahasa Arab: berasal dari akar kata fasaqa-yafsiqu-fisqan-fusûqan atinya keluar atau menyimpang dari perintah.

sifat fasik
Sedangkan menurut terminologi atau istilah orang fasik maksiat meninggalkan perntah allah dan menyimpang dari jalan yang benar. Orang yang fasik suka melakukan maksiat, meninggalkan perintah Allah, dan menyimpang dari jalan yang benar atau orang yang mengaku beragama Islam akan tetapi senantiasa berbuat dosa atau kemaksiatan.

Larangan fasik


Fasik adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh ajaran Islam. Karena perbuatan fasik adalah perbuatan setan yang senantiasa berperilaku menyimpang.

Akibat fasik


Karena fasik merupakan perbuatan yang dilarang untuk dilakukan maka bagi yang melakukan pasti akan meninggalkan akibatnya. Diantara akibat fasik adalah:
  • Tidak dipercaya oleh manusia
Salah satu ciri orang fasik adalah perkataan tidak sesuai kenyataan. Dia menyatakan sebagai orang Islam tetapi melakukan maksiat atau dosa besar. Orang yang seperti ini tidak dipercaya oleh manusia.
  • Allah Swt. tidak memberi petunjuk
Orang yang fasik terkenal dengan sebutan munafik. Orang yang fasik terputus dari petunjuk Allah Swt
  • Terancam masuk neraka

Cara menghindari fasik

  • Kembali kepada kitab suci al-Quran
Setiap hal yang terjadi senantiasa agar dikembalikan kepada kitab suci Al-Quran sehingga dapat terhindar dari sifat fasik.
  • Berperilaku sesuai aturan agama
Umat Islam hendaknya senantiasa berperilaku dan beramal sesuai ajaran agama Islam. Karena hal ini secara otomatis dapat menghindarkan diri dari fasik.
  • Memahami betapa besar kerusakan/bahaya akibat fasik
Betapa besar hukuman Allah Swt. kepada orang yang fasik, yakni neraka. Karena itu umat Islam harus senantiasa memahami betapa besar bahaya dan akibat fasik.
Pengertian, Larangan, Akibat Dan Cara Menghindari Murtad

Pengertian, Larangan, Akibat Dan Cara Menghindari Murtad

Menurut bahasa murtad adalah meninggalkan atau keluar dari suatu agama. Dan menurut istilah murtad berarti meninggalkan atau keluar dari agama Islam dan memeluk agama lain sehingga hukumnya menjadi kafir. 
murtad

Apabila sudah dinasihati untuk kembali kepada agama Islam namun tidak mau kembali maka orang tersebut terkena ancaman dosa besar.


Larangan murtad

Agama Islam menurut Allah adalah agama yang sempurna, sehingga di dalam ajaran Islam telah lengkap dengan segala aturan kehidupan manusia.
Bahkan telah diridai oleh Allah, Keluar dari agama Islam merupakan sikap yang sangat dilarang sehingga pelakunya disebut murtad. Sikap ini hukumnya haram dan diancam dengan dosa besar.

Akibat murtad

Di dalam QS. An Nahl [16]: 106 Allah Swt. berfirman bahwa seseorang yang sesudah beriman kemudian kafir kepada Allah maka ia akan mendapat murka Allah. Karena ia telah mengkhianati dirinya dan Allah Swt.

Cara menghindari murtad

Perbuatan keluar dari ajaran Islam disebut riddah dan orangnya disebut murtad. Riddah merupakan perbuatan yang sangat dimurkai oleh Allah Swt. sehingga harus selalu dihindari. Cara untuk menghindari adalah:
  1. Mempelajari agama Islam dengan sebaik-baiknya melalui kegiatan menghayati, meyakini dan mengamalkan
  2. Menjauhkan diri dari orang-orang yang berperilaku buruk, seperti: mabuk-mabukan, suka membolos, suka berkelahi dan perbuatan tercela lainnya
  3. Senantiasa memupuk keimanan dan ke Islaman dengan cara selalu berbuat baik dan gemar beribadah 
  4. Menjauhkan diri dari tempat-tempat maksiat yang mendorong berbuat tercela, seperti: diskotik, night club (kelompok malam) dan sejenisnya.
Pengertian, Larangan, Akibat dan Cara Menanggulangi Sifat Marah

Pengertian, Larangan, Akibat dan Cara Menanggulangi Sifat Marah

Marah atau ghadab adalah luapan perasaan seseorang yang tidak senang karena sesuatu. Mungkin karena dihina sehingga tersinggung karena dibohongi seseorang atau karena keinginan tidak tercapai dan sebab lainnya.

Pernahkah kalian melihat orang yang sedang marah? Bagaimana wajahnya, ungkapan apa yang terdengar dari lisannya dan apa yang dilakukan?

marah atau ghadab
Marah merupakan bentuk akhlak tercela sehingga harus hindari. Marah termasuk perbuatan setan yang tidak boleh diikuti. Orang yang pemarah akan mudah tersinggung dan mudah melakukan hal-hal yang buruk karena tidak dapat mengendalikan diri.

Seorang yang sedang marah dapat diketahui melalui tanda-tanda atau ciri yang tampak, antara lain:
  1. Muka dan matanya tampak merah
  2. Mulutnya berdesir
  3. Tangannya gemetar
  4. Mengeluarkan kata-kata kotor
  5. Melakukan sesuatu yang merugikan, seperti: memukul, melempar, membanting dan sejenisnya
Sebaiknya kalian harus berlatih tidak marah. Bagaimana caranya? Ya, tentu bersabar dan berlatih mengendalikan diri. Ketika kalian hendak marah dalam keadaan berdiri silakan kalian duduk. Ketika sedang berhadapan dengan seseorang yang kalian marahi segera tinggalkan orang tersebut. 

Lebih bagus lagi adalah ketika terasa mau marah segera mengambil air wudu dan segera melakukan salat. Karena sifat marah seperti bara api dan api akan lenyap dengan air.

Larangan Marah

Perbuatan marah adalah perbuatan setan. Dan setan adalah makhluk yang terkutuk. Karena itu jangan sekali-kali mengikuti perbuatan setan. Karena sekali mengikuti perbuatan setan akan menjadi teman setan dan menjadi makhluk terkutuk oleh Allah Swt. Karena itu jauhi dan hindari sifat marah, berlatihlah menjadi seorang yang sabar

Ajaran Islam melarang seseorang berbuat marah. Marah tidak pernah ada manfaat sedikitpun. Bahkan marah hanya akan menyisakan segudang kerugian. Karena itu jauhi dan tinggalkanlah. Sebagaimana Nabi Saw bersabda yang artinya: 

" Ketahuilah bahwasanya marah adalah kobaran api yang tersembunyi dalam hati anak Adam. Tidaklah kalian lihat kemerah-merahan matanya dan kegembungan urat lehernya ? Karenanya siapa saja yang merasakan hal ini (marah) hendaklah ia membenam ke bumi" (HR.Turmudzi).

Akibat Marah


Pernah kalian melihat dari akibat sikap seseorang yang marah? Tentu, tidak ada sedikitpun yang bermanfaat. Diantara akibat dari sikap marah adalah:
  1. Menanamkan permusuhan
  2. Hancurnya sesuatu
  3. Munculnya kata-kata kotor yang menyakitkan
  4. Membuat orang lain tidak menyukai
  5. Dimurkai oleh Swt.

Cara menanggulangi marah


Ada empat cara mengatasi sikap marah dan ini semua perlu untuk dicoba sehingga menjadi kebiasaan, yaitu:
  1. Segera memohon pertolongan kepada Allah Swt. dengan membaca ta’awudz. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw. bersabda yang artinya: " Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang (HR. Bukhari dan Muslim).
  2. Diam dan menjaga lisan
  3. Mengambil posisi lebih rendah
  4. Selalu berusaha menahan amarahnya
Pengertian, Dalil, Manfaat Dan Contoh Sifat Bijaksana

Pengertian, Dalil, Manfaat Dan Contoh Sifat Bijaksana

Bijaksana artinya selalu menggunakan akal budinya dengan berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya, arif, atau tajam pikiran. Bijaksana dapat berarti pandai dan hati-hati, cermat, teliti, dan sebagainya. 
al hajjar al aswad
Bijaksana adalah suatu kecakapan menggunakan akal budinya apabila menghadapi kesulitan. Bijaksana dapat pula diartikan menyelesaikan masalah berdasarkan kebenaran dan tidak hanya mengikuti keinginan hawa nafsu saja.

Umat Islam diperintahkan oleh Allah Swt. agar bersifat bijaksana. Artinya ketika hendak melakukan sesuatu dipikirkan terlebih dahulu dengan cermat agar tidak terjerumus kepada kesalahan. Karena itu, umat Islam tidak boleh bersifat tergesa-gesa karena tergesa-gesa itu perbuatan setan. Dan setan selalu mendorong manusia untuk berbuat buruk.

Cara untuk bersikap bijaksana dalam kehidupan sehari-hari dapat dilatih dan ditumbuhkan melalui:
  1. Perenungan dengan upaya mengerti dan menghayati pentingnya sikap bijaksana
  2. Meniru dari contoh sikap bijaksana yang dilakukan oleh nabi Muhammad saw., seperti: sikap nabi ketika mengembalikan Hajar Aswad ke tempat semula.
  3. Mengamalkan dan membiasakan dalam kehidupan sehari-hari

Dalil tentang bijaksana

Ada beberapa dalil yang memerintahkan kepada umat Islam untuk bersikap bijaksana

Manfaat sifat bijaksana

Umat Islam yang memiliki sikap bijaksana, akan memperoleh manfaat yang banyak sekali, antara lain:
  1. Dapat terlaksana suatu undang-undang, karena orang yang bijaksana selalu berbuat sesuai undang-undang sehingga terwujud keselarasan hidup bagi masyarakat
  2. Dapat mewujudkan sikap disiplin Disiplin berarti berbuat sesuai aturan yang berlaku sehingga seseorang yang bijaksana berarti telah bersikap disiplin
  3. Dapat menegakkan sesuatu yang haq (benar) karena perilaku bijaksana akan menimbulkan kebaikan dan kebaikan akan menghasilkan kebenaran
  4. Dapat melaksanakan kewajiban, karena orang yang bijaksana selalu mengutamakan pelaksanaan kewajiban
  5. Dapat mewujudkan sikap adil, karena orang yang bijaksana secara otomatis bersikap adil. Keduanya merupakan sifat yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan

Contoh sifat bijaksana

Masih ingatkah kalian peristiwa pemberian gelar “al-Amiin” kepada Nabi Muhammad Saw.? Ketika Nabi Muhammad Saw. berumur 35 tahun telah terjadi perombakan banguan Ka’bah oleh pemuka-pemuka quraisy. 

Namun dalam hal meletakan hajar aswad ke tempat semula, terjadi perselisihan siapa yang lebih berhak meletakan hajar aswad ke tempat semula tersebut. Sehingga terjadilah pertikaian dan pertengkaran dalam persoalan ini.

Dalam keadaan demikian, datanglah Rasulullah Saw. dan memberikan ide cemerlang. Nabi berkata, “Bagaimana kalau siapa yang lebih dahulu besok pagi memasuki masjid ini maka dialah yang berhak meletakan Hajar Aswad itu ketempat semula”. Para pemuka Quraisy menyepakati usulan Nabi tersebut.

Dan ternyata yang datang pertama kali ke masjid adalah Nabi Muhammad Saw. Berarti Nabi Muhammad Saw. yang berhak memindahkan Hajar Aswad tersebut ke tempat semula.

Untuk menghindari terjadi permusuhan diantara mereka, Nabi Muhammad Saw. tidak mau memindahkan sendiri. Sebaliknya Nabi Muhammad Saw. mengajak kepada semua pemuka kaum Quraisy itu untuk terlibat. 

Sehingga Nabi membentangkan kain sorbannya yang berukuran empat persegi tersebut, kemudian diletakan Hajar Aswad diatas serbannya dan disuruh oleh Nabi agar empat orang pemuka Quraisy masing-masing memegang sudut serban dan mengangkat secara bersama-sama ketempat semula dan setelah Hajar Aswad berada di dekat tempatnya, barulah Nabi yang mengangkat dan meletakan Hajar Aswad ditempat semula.

Subhanallah, inilah contoh sikap bijaksana yang harus dicontoh oleh umat Islam. Karena dengan cara yang dilakukan oleh Nabi tersebut, para pemuka Quraisy merasa ikut berjasa dan tidak ada yang merasa ditinggalkan sehingga dapat terhindar dari sikap permusuhan diantara mereka. Akhirnya mereka sepakat memberikan julukan kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai “al- Amiin”, artinya orang yang jujur, benar dan bijaksana.
Pengertian, Dalil, Manfaat Dan Contoh Sifat Adil

Pengertian, Dalil, Manfaat Dan Contoh Sifat Adil

Menurut Bahasa adil memiliki arti berada di tengah-tengah, jujur, lurus dan tulus. Sedangkat menurut istilah adil berarti suatu sikap yang bebas dari ketidak jujuran. 
contoh sifat adil
Dengan demikian orang yang adil adalah orang yang berbuat sesuai aturan hukum baik hukum agama, hukum positif (hukum negara) maupun hukum sosial (hukum adat) yang berlaku.
Orang yang adil selalu bersikap netral, artinya sikap yang tidak memihak, kecuali kepada kebenaran. Bukan berpihak karena pertemanan, persamaan suku, bangsa maupun agama. Keterpihakan kepada sesuatu yang tidak benar dilarang oleh ajaran Islam. 

Allah Swt. menegaskan dalam al-Qur'an bahwa kebencian terhadap suatu kelompok, atau individu manusia, janganlah menjadi pendorong untuk bertindak tidak adil.
Mengapa Islam menganggap sikap adil sangat penting ? Salah satu tujuan utama Islam adalah membentuk masyarakat yang menyelamatkan, yang membawa rahmat kepada seluruh alam semesta dengan makna:
  1. Seorang muslim harus bersikap adil dan jujur kepada diri sendiri, kerabat dekat, kaya dan miskin. Penilaian, kesaksian dan keputusan hukum hendaknya berdasarkan kepada kebenaran walaupun kepada diri sendiri.
  2. Makna adil yang kedua yaitu Keadilan, keadilan adalah milik seluruh umat manusia tanpa memandang suku, agama, status jabatan ataupun tingkatan sosial. Oleh karena itu seorang muslim wajib menegakkan keadilan hukum dalam posisi apapun, baik sebagai hakim, jaksa, polisi maupun saksi.
  3. Makna adil yang ketiga di bidang yang selain persoalan hukum, keadilan bermakna bahwa seorang muslim harus dapat membuat penilaian apa adanya dan kritis kepada siapapun. Mengakui adanya kebenaran, kebaikan dan hal-hal positif yang dimiliki kalangan lain yang berbeda agama, suku dan bangsa dan dengan lapang dada membuka diri untuk belajar secara bijaksana.

Dalil tentang adil


Umat Islam wajib mencontoh sikap adil Rasulullah saw.

Manfaat adil  

Seseorang yang bersikap adil akan mendatangkan banyak manfaat, antara lain:
  1. Mendatangkan rida Allah
  2. Memperoleh keberhasilan dalam hidup
  3. Memperoleh kegembiraan batin
  4. Disenangi banyak orang
  5. Memperoleh kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat
  6. Terwujud masyarakat yang aman, tenteram, dan damai

Contoh adil

Banyak sekali contoh adil yang terjadi di sekitar kita. Tahukah kalian dalam hal itu? Masih ingatkah kalian ketika ada teman membuang sampah di sembarang tempat, kemudian ditegur oleh bapak atau ibu guru agar diambil dan dibuang di tempat sampah? Itu adalah bagian dari contoh adil. Karena adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Pengertian, Dalil, Manfaat Dan Contoh Tanggung Jawab

Pengertian, Dalil, Manfaat Dan Contoh Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul, menanggung segala sesuatunya dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab merupakan kesadaran manusia terhadap tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
 
tanggung jawab orang tua
Tanggung jawab merupakan perwujudan dari sifat amanah, artinya dapat dipercaya. Sehingga tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian hidup manusia bahwa setiap manusia yang hidup akan di bebani dengan tangung jawab.
 
Tanggung jawab adalah kewajiban yang harus dilakukan sebagai akibat dari perbuatan yang dilakukan.
 
Tanggung jawab menjadi ciri manusia yang beradab. Manusia harus bertanggung jawab karena menyadari akibat baik atau buruk dari perbuatannya.

Sikap tanggung jawab harus dibiasakan setiap hari dengan cara:
  1. Selalu ingat kepada Allah bahwa segala perbuatan yang dilakukan di dunia akan dimintai pertanggungjawaban
  2. Menyadari betapa beratnya amanah yang diberikan kepada manusia
  3. Menyadari akibat buruk yang timbul dari sikap tidak bertanggung jawab
  4. Berani mengakui kekurangan sendiri
  5. Siap menerima resiko apapun dari kesalahan yang dilakukan

Dalil tanggung jawab


Agama Islam memerintahkan kepada manusia agar bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Bahkan Allah-pun akan meminta pertanggungjawaban kepada setiap manusia kelak pada hari kiamat terhadap apa yang dilakukan selama hidup di dunia.
 

Manfaat tanggung jawab


Sikap tanggung jawab dapat memberikan manfaat kepada pelakunya, antara lain;
  • Dipercaya orang lain
Semakin bertanggung jawab seseorang, maka semakin banyak manusia percaya pada dirinya. Sebaliknya semakin manusia lari dari tanggung jawab orang lain tidak percaya kepada dirinya.
  • Menjadi manusia yang berguna
Dengan tanggung jawab, banyak manusia percaya kepada dirinya. Dan semakin banyak orang percaya maka semakin bermanfaat dirinya kepada orang lain. Ini termasuk ciri manusia yang terbaik
  • Memperoleh pahala dari Allah Swt.
Karena tanggung jawab merupakan perintah dari Allah Swt., maka manusia yang melakukan akan memperoleh pahala dari Allah Swt. Berapa banyak pahala yang diterima oleh manusia? Tentu akan sesuai dengan besar atau kecilnya tanggung jawab yang diembannya.

Contoh tanggung jawab


Ada beberapa contoh tanggung jawab. Kalian pasti pernah melakukan. Apakah itu? Coba ingat kembali, misalnya ada seorang anak kecil yang bermain dengan alat-alat permainannya. 

Setelah selesai bermain, ia diminta oleh orang tua agar menata dan mengembalikan alat-alat bermain di tempat semula. Ketika ada seorang teman kalian meminjam buku perpustakaan, setelah habis batas waktu harus dikembalikan, atau ketika menggunakan buku perpustakaan ada halaman-halaman yang sobek maka ia menggantinya, dan masih banyak lainnya. Ini semua merupakan contoh tanggung jawab

Saturday, May 30, 2020

Akhlak Terpuji Taat Dan Patuh Kepada Kedua Orang Tua

Akhlak Terpuji Taat Dan Patuh Kepada Kedua Orang Tua

Tahukah kalian, Apakah gambar di bawah ini termasuk Perilaku terpuji? Apakah kalian pernah melakukan perilaku tersebut? Bagaimana perasaan kalian? Apakah kalian senang?
 

A. Patuh dan taat terhadap kedua orang tua


akhlak terpuji taat kepada orang tua
Apakah kalian termasuk anak yang berbakti kepada kedua orang tua? Allah Swt memerintahkan kepada manusia untuk selalu patuh dan taat kepada kedua orang tuanya. Kenapa kita harus patuh dan taat kepada orang tua? Ibu kita telah bersusah payah mengandung kita selama lebih kurang sembilan bulan. 

Ketika melahirkan, ia merasakan sakit yang sangat. Pada saat kita masih bayi ia tidak dapat tidur dengan nyenyak karena ia kadang terbangun ketika kita menangis di waktu malam. Ayah bekerja mencari rezeki untuk kita siang dan malam. 

Kedua orang tua kita bekerja keras demi kebahagiaan anak-anaknya. Sebagai balas budi kita terhadap
kedua orang tua, maka kita harus patuh dan taat kepada mereka berdua.
 
Bagaimana cara kita berbuat baik kepada mereka berdua? Untuk mengetahui cara berbuat baik kepada kedua orang tua adalah sebagai berikut :
  1. Mematuhi nasehat mereka.
  2. Menyayangi mereka.
  3. Berperilaku sopan dan santun.
  4. Berterima kasih kepada mereka karena telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang.
  5. Berbicara yang lembut dan tidak berkata kasar kepada mereka.
  6. Mendoakan mereka setiap kali selesai melaksanakan shalat fardhu.
  7. Bersikap jujur kepada mereka.
  8. Menyenangkan hati mereka.

B. Meneladani perilaku terpuji Nabi Ismail As


Ingatkah kalian, tentang kisah seekor domba yang akan disembelih, kemudian diganti oleh Allah Swt dengan manusia? Kisah siapakah itu? Ayo kita cari tahu bersama!
 

A. Keluarga Nabi Ismail As


Nabi Ismail As. adalah putra Nabi Ibrahim As. Sejak kecil Nabi Ismail As. ditinggalkan oleh ayahnya Nabi Ibrahim As yang harus berpisah karena melaksanakan perintah Allah Swt. 

Dia hidup bersama ibunya di tempat yang tandus, tidak ada pepohonan, tidak ada makanan dan minuman. Kebingungan bertambah manakala terdengar tangisan Ismail yang kehausan. 

Siti Hajar berlari menuju bukit Safa sampai tiba di suatu tempat yang bernama Marwah. Di sana pun tidak ada air. Kejadian itu sampai berulang-ulang sebanyak tujuh kali. Siti Hajar berlari antara bukit Safa dan Marwah. 

Berkat kesabaran dan do’a Ibunya yang bernama Siti Hajar, akhirnya Allah Swt mengabulkan permohonan Siti Hajar. Sehingga atas kekuasaan Allah Swt melalui Malaikat Jibril, keluarlah mata air zam-zam yang diberi nama telaga zam-zam.
 

B. Pengorbanan Nabi Ismail As


Kerinduan Nabi Ibrahim As. kepada anak kesayangannya sepertinya akan terobati karena Nabi Ibrahim As telah menyelesaikan tugasnya dan akan pulang untuk kembali bersama anak dan istrinya. 

Setelah bertahuntahun berpisah akhirnya, Nabi Ibrahim As bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarganya di sebuah tempat yang sekarang diberi nama Padang Arafah. Dengan senang hati mereka bertemu setelah sekian lama berpisah. Setelah melepaskan lelah mereka melakukan perjalanan pulang menuju ke Makkah. 
 

Di tengah perjalanan, mereka beristirahat dan tidur sejenak di Muzdalifah. Di saat tidur itulah Nabi Ibrahim As bermimpi bahwa Allah Swt memerintahkan agar beliau menyembelih anak kesayangannya yang baru bertemu dengannya. Kemudian berita itu disampaikan kepada Nabi Ismail As: “Wahai anakku, aku bermimpi dalam tidurku bahwa aku diperintahkan oleh Allah Swt untuk menyembelihmu”. 

Sebagai anak yang berbakti kepada orang tua maupun kepada Tuhannya dengan tanpa ragu-ragu ia menjawab: “Wahai ayahku laksanakan apa yang Allah Swt perintahkan, insya Allah aku termasuk orang yang tabah menjalaninya”.
 
Mendengar jawaban tersebut Nabi Ibrahim As. langsung memeluk Nabi Ismail As karena merasa terharu mempunyai anak yang taat kepada Allah Swt dan patuh kepada orang tuanya. Suatu cobaan yang sangat berat bagi Nabi Ibrahim As sebagai seorang ayah maupun Nabi Ismail As sebagai seorang anak. 

Ketika Nabi Ibrahim As akan memulai menyembelih Ismail, Allah Swt mengutus Malaikat jibril dan memerintahkan untuk mengganti Ismail dengan domba yang gemuk.
 
Sesudah nyata kesabaran dan ketaatan yang di lakukan oleh Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As. Maka Allah Swt melarang untuk menyembelih Nabi Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah Swt menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya kurban yang dilakukan pada hari raya haji.
 
Dari peristiwa inilah asal mula umat Islam seluruh dunia melaksanakan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Itulah keteladanan Nabi Ismail As dalam berbakti terhadap orang tuanya. Nah, apakah kalian juga termasuk anak yang patuh dan taat kepada kedua orang tua kalian?