Friday, August 20, 2021

Percobaan Postingan

Percobaan Postingan

 Untuk menjalankan sebuah aplikasi harus di coba terlebih dahulu agar dapat dijalankan secara optiman di perangkat aplikasi ini


Demikian sudah dilankan

Jadwal Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan

Jadwal Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mlalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan telah menerbitkan Informasi terkait Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Tahun 2020 dengan Nomor:1845/B.B2/GT/2020 pada tanggal 15 Juni 2020
pelaksanaan ppg dalam jabatan 2020

Dalam surat informasi ini di jelaskan bahwa pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2020 akan dilaksanakan dalam tiga (3) angkatan, di setiap angkatan tersebut akan ada informasi jadwal konfirmasi ketersediaan, penetapan peserta dan lapor Diri ke perguruan tinggi, untuk lebih jelasnya terkait informasi hasil penetapan calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan pada tiap angkatan anda dapat melihatnya di laman sergur.kemdikbud.go.id.

Bagi Guru yang ditetapkan sebagai calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan wajib melakukan konfirmasi kesediaan secara online untuk ditetapkan sebagai mahasiswa PPG Dalam Jabatan Tahun 2020 serta wajib mencetak dan menandatangani dokumen Format A1 dan Pakta Integritas

Selanjutnya bagi Guru yang telah menyelesaikan proses konfirmasi kesediaan dan menandatangani dokumen Pakta Integritas maka Guru tersebut telah bersedia mengikuti ketentuan dan peraturan pembelajaran pada semua tahapan kegiatan PPG Dalam Jabatan Tahun 2020

Untuk mengetahui pembahasan yang akan mimin jelaskan silahkan anda perhatikan Daftar Isi yang ada dibawah ini

Informasi Penetapan Mahasiswa PPG Daljab


Guru yang telaj dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan melalui seleksi akademik dan administrasi mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti PPG Dalam Jabatan Tahun 2020.

Ketentuan penetapan mahasiswa dan penempatannya ke perguruan tinggi penyelenggara PPG Dalam Jabatan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut
  1. Perguruan Tinggi yang telah memiliki ijin pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Guru
  2. Kapasitas perguruan tinggi melalui jumlah rombongan belajar per bidang studi yang ditetapkan oleh perguruan tinggi tersebut
  3. Jumlah mahasiswa per rombongan belajar antara 20 sampai 30 mahasiswa
Untuk informasi hasil penetapan mahasiswa PPG Dalam Jabatan tiap angkatan dapat anda lihat di laman sergur.kemdikbud.go.id sedangkan bagi Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan LPMP dapat melihat hasil penetapan melalui operator masing-masing.

Konfirmasi Kesediaan Mahasiswa PPG Daljab


Bagi Guru calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan yang telah ditetapkan, wajib melakukan konfirmasi kesediaan sebelum mengikuti PPG Dalam Jabatan

Tujuan melakukan konfirmasi kesediaan adalah untuk memastikan bahwa seluruh mahasiswa PPG Dalam Jabatan memahami ketentuan yang berlaku selama mengikuti PPG Dalam Jabatan beserta sanksinya dan menyatakan kesanggupannya untuk mengikuti PPG Dalam Jabatan.

Guru yang telah melakukan konfirmasi kesediaan ditetapkan sebagai peserta final yang kemudian disebut sebagai Mahasiswa PPG Dalam Jabatan

Untuk melakukan konfirmasi kesediaan calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan sampai menjadi mahasiswa PPG Dalam Jabatan silahkan nada perhatikan beberapa tahapan berikut ini

A. Tahapan Informasi PPG Dalam Jabatan


Untuk tahapan yang pertama bagi guru calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan silahkan membuka laman Sergur.kemdikbud.go.id dan silahkan membaca dengan seksama informasi dan ketentuan pelaksanaan PPG Dalam Jabatan yang meliputi alur konfirmasi dan Pengisian identitas diri dan pakta integritas

2. Tahapan konfirmasi Kesediaan


Setelah Guru calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan membaca dan memahami informasi dan ketentuan pelaksanaan PPG serta pembiayaan, untuk melakukan konfirmasi kesediaan ada beberapa ketentuan yang harus di perhatikan oleh Guru calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan diantaranya adalah sebagai berikut
  1. Proses konfirmasi mengikuti alur serta mengisi identitas diri yang telah disediakan dalam laman konfirmasi
  2. Konfirmasi kesediaan berlaku juga untuk peserta cadangan guna menggantikan peserta yang tidak melakukan konfirmasi atau tidak bersedia

3. Tahapan Mencetak Format A1 Dan Pakta Integritas


Setelah menyelesaikan proses konfirmasi kesediaan, guru yang sudah dinyatakan sebagai mahasiswa PPG Dalam Jabatan akan diberikan surat pemberitahuan pelaksanaan PPG Dalam Jabatan dari masing-masing perguruan tinggi melalui laman perguruan tinggi atau sudat elektronik masing-masing guru

Silahkan anda cetak Format A1 dan Pakta Integritas tersebut kemudian silahkan anda serahkan format A1 yang telah ditandatanganioleh kepala sekolah dan Pakta Integritas yang telah ditandatnagani oleh masing-masing mahasiswa PPG diatas matrai 6000 kepada masing-masing perguruan tinggi penyelenggara baik secara langsung atau melalui media daring yang ditentukan oleh perguruan tinggi

Jadwal Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan


Untuk melihat pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2020, silahkan anda perhatikan tabel Jadwal Pelaksanaan PPG berikut ini

  • Jadwal Pemanggilan Peserta PPG Dalam jabatan Tahun 2020
NoKegiatan Angkatan-1Angkatan-2Angkatan-3
1Konfirmasi Kesediaan22-28 Juni 202013-20 juli 20203-13 Agustus 2020
2Penetapan Peserta2 Juli 202024 Juli 202018 Agustus 2020
3Lapor Diri Ke Perguruan Tinggi6-7 Juli 202028-29 Juli 202022-23 Agustus 2020

  • Jadwal Pelaksanaan PPG Dalam jabatan Tahun 2020
NoKegiatan Angkatan-1Angkatan-2Angkatan-3
1Orientasi Mahasiswa8 Juli 202030 juli 202024 Agustus 2020
2Pendalaman Materi (33 hari efektif)9 Juli - 13 Agustus 20201 Agustus - 7 september 202025 Agustus-28 September 2020
3Pengembangan Perangkat Pembelajaran (2 minggu efektif)14-29 Agustus 20208-21 September 202029-23 September-12 Oktober 2020
4Reviu Perangkat Pembelajaran dan Refleksi (8hari efektif)31 Agustus-8 September 202022-30 September 202013-21 Oktober 2020
5PPL I (2 minggu efektif)9-22 September 20201-14 Oktober 202022 oktober-5 November 2020
6Reviu PPL I (4 hari efektif)23-26 September 202015-19 Oktober 20206-10 November 2020
7PPL II (I minggu efektif)28 September-3 Oktober 202020-26 Oktober 202011-17 November 2020
8Reviu PPL II (4 hari efektif)5-8 Oktober 202027-31 Oktober 202018-21 November 2020

  • Jadwal UKMPPG 
NoKegiatan Angkatan-1Angkatan-2Angkatan-3
1Uji Kinerja (4 hari efektif)12-15 Oktober 20202-5 November 202023-26 November 2020
2Uji Pengetahuan (2 hari efektif)17-18 Oktober 20207-8 November 202028-29 November 2020

Demikian yang dapat mimin informasikan terkait Jadwal Dan Informasi Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2020 ini,semoga dengan adanya informasi ini bisa memberikan sedikit titik terang akan dilaksanakannya program Pendidikan Profesi Guru yang selama ini sangat-sangat dinantikan oleh seluruh Guru Honorer di Indonesia

Friday, June 5, 2020

Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna As-Sabur

Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna As-Sabur

Allah Swt. bersifat As-Sabur artinya Allah Maha Sabar. Sifat As-Sabur Allah Swt. terhadap makhlukNya dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti: Allah Swt. senantiasa memberikan rezeki kepada semua hamba-Nya tanpa pilih kasih walaupun ada diantara hamba- Nya yang durhaka kepada Allah Swt. 
Asmaul Husna As-Sabur
Sifat sabar Allah melebihi segala sifat sabar makhluk-Nya, seperti manusia. Karena Allah memiliki sifat Maha Sabar maka Allah memerintahkan manusia untuk memiliki sifat-sifat sabar. Sehingga Allah sangat mencintai kepada manusia yang sabar disini

Menurut al-Ghazali, sifat as-Sabur yang dimiliki Allah Swt. mengandung makna bahwa Allah tidak bersifat tergesa-gesa sehingga bergegas melakukan sesuatu sebelum waktunya. Tetapi Allah Swt. meletakkan sesuatu dengan ukuran tertentu dan dengan aturan-aturan tertentu pula. Allah Swt. tidak menunda-nunda sesuatu seperti orang yang malas. 

Allah Swt. tidak pula mempercepat sesuatu seperti orang yang tergesa-gesa. Segala sesuatu diletakkan pada tempat dan waktu yang seharusnya.

Sifat sabar Allah Swt. harus dicontoh oleh hamba-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Sabar artinya tabah menghadapi ujian atau cobaan. Setiap manusia yang hidup di dunia akan selalu diuji oleh Allah, seperti ujian kematian, karena setiap kehidupan pasti akan mati

Sikap sabar harus dilakukan. Ciri-ciri seseorang yang memiliki sifat sabar: selalu bersifat lapang dada dalam menghadapi persoalan, tidak mudah putus asa dalam menghadapi setiap cobaan, selalu bersyukur kepada Allah Swt. apabila berhasil mengahapi persoalan dan bertawakkal kepada Allah apabila belum berhasil menyelesaikan persoalan.

Ada empat macam sifat sabar yang harus dimiliki oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
  1. Sabar dalam meninggalkan perbuatan yang tidak baik
  2. Sabar dalam menjalankan kewajiban agama
  3. Sabar dalam menghadapi ujian, cobaan dan musibah
  4. Sabar dalam mempertahankan kebenaran
Seseorang yang mengenal dan meneladani sifat Allah as-Sabur akan mengamalkan perilaku sabar dalam berbagai hal, seperti yang tercantum dalam Al-Quran, di antaranya bersabar dalam menghadapi cobaan dan musibah, menghadapi orang yang berbeda pendapat, dalam mengerjakan salat, berdoa dan sebagainya.

Thursday, June 4, 2020

Mengenal Allah SWT Melalui Asmaul Husna Al-Afuww

Mengenal Allah SWT Melalui Asmaul Husna Al-Afuww

Apakah arti sifat Al-Afuww? Al-Afuww artinya Allah Maha Pemaaf. Allah memberi maaf kepada hamba-hamba-Nya yang berdosa Allah Swt. bersifat Al-Afuww artinya Allah Maha menghapuskan dosa dan memaafkan perbuatan maksiat
Asmaul Husna Al-Afuww

Kedua nama Allah antara al-Gafur dengan al-Afuwwu memiliki makna yang hampir sama. Namun nama Allah al-Afuww memiliki makna lebih mendalam daripada al-Gafur. Karena al-Gafur yang artinya pengampunan lebih bersifat menutupi. 

Sedangkan al-Afuww yang berarti pemaafan, lebih bersifat menghapuskan. Allah Swt. memiliki sifat keduanya sekaligus, yakni bersifat menutupi kesalahan dan dosa juga menghapuskan kesalahan dan dosa.

Dengan kedua sifat tersebut jelas bahwa Allah Swt. tidak memiliki sifat dendam terhadap semua hamba-Nya. Tidak ada lagi catatan-catatan masa lalu terhadap hamba-Nya. Kedua sifat antara memaafkan dengan mengampuni melekat pada zat Allah Swt. Subhanallah.
Bagaimana dengan kita sehari-hari ? Apa yang kita lakukan apabila kita melakukan kesalahan? Atau apakah yang kita lakukan apabila orang lain berbuat salah kepada kita? Menunggu orang tersebut meminta maaf ataukah kita yang memberi maaf kepada orang tersebut?
Tidak banyak orang yang dapat memberi maaf sebelum orang lain meminta maaf. Kebanyakan manusia memiliki rasa gengsi yang tinggi. Sehingga tidak mau memberi maaf sebelum orang lain meminta maaf. Padahal Allah Swt. Maha pemberi maaf
Memberi maaf kepada orang lain yang berbuat salah merupakan sifat kemuliaan. Siapapun yang dapat membiasakan akan memperoleh kemuliaan  dari Allah Swt., yaitu Allah Swt. memberikan pahala yang besar kepada kita dan kitapun akan terhindar dari berbagai kesulitan hidup, seperti: sulit untuk belajar, sulit bergaul, perasaan takut dan sejenisnya.

Sifat al-afuwwu yang artinya Allah Maha Memaafkan mengandung dua pengertian, yaitu:
  1. Pemaafan yang bersifat umum, yaitu pemaafan yang diberikan kepada semua orang yang berbuat maksiat baik dari umat Islam maupun dari orang kafir. Mereka tidak ditimpakan siksa ketika bersalah atau berdosa. Bahkan Allah Swt. tetap memberikan rezeki dan kenikmatan yang bersifat dunia.
  2. Pemaafan dan pengampunan yang bersifat khusus, artinya hanya diberikan kepada orang-orang tertentu. Siapakah yang dimaksud dengan orangorang tertentu tersebut? Yaitu orang-orang yang bertaubat nasuha. Yakni orang yang bersalah dan setelah bertaubat tidak mengulangi selamanya.
Mereka ini disamping diberikan rezeki dan kenikmatan dunia juga diberikan harapan balasan surga dari Allah Swt. Umat Islam yang meyakini dengan sungguh-sungguh dan meneladani sifat pemaaf (al-Afuwwu) Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari secara ikhlas akan memperoleh manfaat:'
  1. Mendorong manusia untuk meniru sifat Allah al-Afuwwu, sehingga manusia mudah memaafkan kesalahan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan mau memaafkan kesalahan orang lain sebelum ia meminta maaf dengan tanpa merasa gengsi karena itu bentuk kemuliaan.
  2. Mendorong manusia untuk terus istighfar, yakni meminta ampun kepada Allah Swt. baik berbuat salah maupun tidak. Karena bacaan istighfar termasuk kalimat thayyibah sehingga siapapun yang membiasakannya pasti akan memperoleh kebaikan dan kemuliaan dari Allah Swt.
  3. Tidak pernah berputus asa terhadap rahmat Allah Swt., karena Allah sangat mudah untuk mengampuni dosa hambaNya. Pemberian maaf ini tanpa dibatasi oleh waktu, tempat, dan umur. Artinya berlaku kapan saja, diman asaja dan dalam usia berapapun ketika memiliki kesalahan atau dosa dan mau bertaubat Allah Swt. akan mengampuninya.
Mengenal Allah SWT Melalui Asmaul Husna Al-Gafur

Mengenal Allah SWT Melalui Asmaul Husna Al-Gafur

Kata “al-Gafur” berasal dari kata dasar yang artinya Allah Maha Pengampun. Di dalam kitab suci Al-Quran kata al-Gafur disebut tidak kurang dari 91 kali. 
Asmaul Husna Al-Gafur

Sebagian besar dari kata al-Gafur dirangkai dengan nama dan sifat Allah yang lain sebagian sisanya berdiri sendiri. Dari sekian banyak ayat kata Al-Gafur lebih banyak disandingkan dengan kata Ar-Rahim. Hal itu memberi penjelasan bahwa sifat al- Gafur merupakan sifat kasih dan sayang Allah Swt. Betapa tidak! Allah memberi ampunan kepada setiap mukmin yang bertaubat dan bersungguh-sungguh tanpa pilih kasih Dengan sifat al-Gafur Allah bersifat Maha pengampun terhadap semua hambaNya. 

Allah Swt. tidak memiliki sifat dendam kepada hambaNya. Termasuk kepada seorang hamba yang suka berbuat dosa besar kalau mau memohon ampun kepada Allah, Allah bersifat terbuka dan pasti mengampuni. Ini sangat berbeda dengan manusia yang masih memiliki sifat dendam terhadap kesalahan seseorang.
Di dalam ajaran Islam, umat Islam dilarang bersifat pendendam. Sebaliknya harus bersifat pemaaf karena Allah saja yang Maha Berkuasa bersifat pengampun terhadap hamba-Nya. Sehingga manusia harus meniru sifat al- Gafur Allah Swt.
Sifat pemaaf ini harus dimiliki oleh setiap manusia karena tidak ada seorangpun manusia yang pernah terbebas dari kesalahan dan dosa. Sehingga apabila ada teman atau siapapun yang berbuat salah kita harus memaafkan dengan segera. Dan tidak boleh memberi maaf menunggu sampai hari lebaran Idul Fitri Agar kita diberikan oleh Allah Swt. sifat pemaaf, hendaklah senantiasa memohon kepada Allah Sekalipun manusia telah melampaui batas, kalau mau meminta ampunan kepada Allah Swt., Allah tetap mengampuninya
Jenis dosa apakah yang tergolong melampaui batas? Tentu jenis dosa yang besar dan bahkan paling besar, yaitu: syirik. Dosa inipun Allah Swt. akan mengampuni apabila yang bersangkutan bertaubat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama Meyakini dan meneladani sifat Allah Swt. al-Gafur sangat bermanfaat terhadap kehidupan kita. Diantara manfaat tersebut adalah:
  1. Semakin yakin untuk tidak melakukan dosa dan maksiat
  2. Jika melakukan kesalahan atau perbuatan dosa segera memohon ampun kepada Allah
  3. Mengisi setiap waktu dengan kegiatan yang baik dan bermanfaat
Mengenal Kalimat Thayyibah Istighfar

Mengenal Kalimat Thayyibah Istighfar

Masih ingatkah kalian dengan pembahasan yang lalu tentang kalimat thayyibah yang dibaca oleh orang yang bersalah atau berdosa? Tentu masih ingat bukan? Sekarang akan kalian pelajari tentang kalimat thayyibah lebih rinci, yaitu istigfar.
Mengenal Kalimat Thayyibah Istighfar

Pernahkah kalian mendengar istilah istigfar ? Berkaitan dengan apakah istilah istigfar diungkapkan? Ya, tentu berhubungan dengan kesalahan atau dosa manusia.

Istigfar artinya pernyataan menyesal dengan sungguh-sungguh memohon ampun atas dosa yang dilakukan baik dosa itu besar maupun kecil dan bertekad untuk kembali taat kepada Allah Swt.

Setiap manusia diperintahkan untuk beristigfar yaitu untuk menyucikan diri dari dosa baik dosa besar maupun kecil baik dilakukan dengan sengaja maupun tidak disengaja. Pernahkah kalian bersalah dengan teman? Atau teman kalian pernah bersalah dengan kalian? Ketika bersalah dengan teman atau teman kalian bersalah dengan kalian kalian harus bermurah hati. Yakni mau memaafkan kepada teman kalian. Bersikap pemaaf itu tidak menjadikan kalian hina, sebaliknya kalian menjadi mulia.

Setiap umat manusia wajib beristigfar sebagai bentuk bertaubat baik kepada Allah Swt. maupun kepada manusia. Jika dosa berkaitan dengan manusia maka manusia harus meminta maaf dengan segera. Sedangkan beristigfar sebagai bentuk bertaubat kepada Allah Swt. hendaklah dilakukan dengan bersunggu-hsungguh dan ikhlas. Karena istigfar sebagai bentuk bertaubat yang terbaik dilakukan dengan penuh penyesalan dengan rendah hati dan segera kepada Allah Swt.

Beristigfar sebagai wujud bertaubat sangat diperintahkan oleh Allah Swt. kepada manusia. Tahukah kalian mengapa Allah Swt. sangat menyerukan kepada manusia untuk beristigfar? Karena Allah Swt. Zat yang Maha pengampun

Tujuan Allah Swt. memerintahkan kepada manusia agar gemar beristigfar sebagai bentuk bertaubat adalah:
  1. Agar manusia senantiasa mencintai kebaikan dan mencegah kemungkaran
  2. Agar manusia bersih dari dosa
  3. Agar manusia dapat meraih kebahagiaan dunia dan akherat
  4. Menunjukkan bahwa Allah bersifat kasih sayang kepada manusia, sehingga mengampuni terhadap kesalahan hambaNya

Melafalkan kalimah thayyibah (istigfar)


Kalimat thayyibah istigfar dilakukan dengan mengucapkan kalimat istighfar Kalimat ini perlu diucapkan setiap saat, sehingga menjadi kebiasaan. Kalau kalimat thayyibah istighfar telah dibiasakan maka secara tidak langsung dapat mengendalikan diri untuk tidak mudah berbuat dosa.

Apabila terjerumus melakukan dosa, mudah dan ringan untuk beristighfar sebagai bentuk bertaubat kepada Allah Swt.
Di dalam ajaran Islam perintah untuk beristigfar dalam memohon dan mengharap rahmad dari allah swt. pada saat :
  1. Ketika bersalah atau berdosa
  2. Melihat seseorang berbuat salah atau dosa
  3. Melihat tempat-tempat maksiyat
Kesalahan apakah yang menghendaki umat Islam untuk segera beristigfar sebagai bentuk beratubat? Ya, ada beberapa jenis kesalahan dan dosa yang mendorong manusia untuk segera beristigfar, yaitu:
  1. Istigfar karena kekafiran
  2. Istigfar karena maksiat
  3. Istigfar karena dosa-dosa besar
  4. Istigfar karena dosa-dosa kecil
  5. Istigfar karena meninggalkan ketaatan kepada Allah Swt
  6. Istigfar karena tidak peduli dengan amal-amal kebaikan
Apabila umat manusia telah terbiasa beristigfar maka umat Islam akan memperoleh banyak manfaat. Apakah manfaat yang dapat diperoleh bagi umat Islam yang gemar beristigfar? Ada enam manfaat beristigfar, yaitu:
  1. Dapat mempelihara kesucian diri
  2. Dapat menjadikan ibadah diterima Allah Swt.
  3. Dapat mengerjakan ibadah secara sempurna
  4. Mendapat balasan yang baik kelak akhirat
  5. Mendapat petunjuk dan hidayah dari Allah Swt.
Agama Dan Kepercayaan Masyarakat Arab Pra-Islam

Agama Dan Kepercayaan Masyarakat Arab Pra-Islam

Pada awalnya, masyarakat kota Makkah adalah masyarakat yang menganut agama tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim As. Kemudian dilanjutkan oleh putranya Nabi Ismail As. 

menyembah berhala
Perjalanan hidup Nabi Ibrahim, Siti Hawa (istrinya), dan Nabi Ismail memunculkan sejumlah ajaran dan kebudayaan Islam yang sampai sekarang terpelihara, seperti Ka’bah, maqam Ibrahim, dan peristiwa qurban. 

Bahkan Proses perjalanan kehidupan keluarga ini diakui oleh umat Islam dalam salah satu rukun haji.
Setelah Nabi Ismail As. wafat, masyarakat Makkah mulai pindah menyembah selain Allah. Proses perpindahan kepercayaan itu berawal dari seorang yang bernama Amir bin Lubai dia adalah seorang pembesar suku Khuza’ah yang melakukan perjalanan ke Syam (Syiria). 

Amir bin Lubai melihat penduduk kota Syam melakukan ibadah dengan menyembah berhala. pada akhirnya dia tertarik untuk mempelajari dan mempraktikkannya di Makkah. Dia membawa sebuah berhala yang ia beri nama berhala Hubal dan diletakkan di Ka’bah. Berhala Hubal menjadi pimpinan berhala lainnya seperti Latta, `Uzza dan Manāt.
Dia mengajarkan kepada masyarakat Makkah cara menyembah berhala. Hingga akhirnya masyarakat Makkah  menyakini bahwa berhala adalah perantara untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya. Sejak itulah masyarakat Makkah mulai membuat berhala-berhala sehinga bisa mencapai 360 berhala yang diletakkan mengelilingi Ka’bah. 

Dari situ baru mulailah kepercayaan dan keyakinan baru masuk ke masyarakat Makkah oleh karenanya kota Makkah menjadi pusat penyembahan berhala.
Ketika melaksanakan haji, bangsa Arab melihat berhala-berhala di sekitar Ka’bah. Mereka bertanya alasan menyembah berhala. Para Pembesar Makkah menjawab bahwa berhala-berhala yang di sembah tersebut merupakan perantara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Setelah itu, mereka kembali ke daerahnya masing-masing dan meniru cara ibadah masyarakat Makkah. 

Mulailah kepercayaan baru menyebar di jazirah Arab. Masa itu disebut masa Jahiliyyah. Jahiliyyah bukan berarti mereka bodoh dari keilmuan dan pengetahuannya, akan tetapi mereka bodoh dari keimanan kepada Allah Swt. seperti yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim As.. oleh karenanya mereka menyimpangkan ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim As..
Adapun faktor-faktor penyebab penyimpangan tersebut adalah:
  1. Adanya kebutuhan terhadap Tuhan yang selalu bersama mereka terutama saat mereka membutuhkan.
  2. Kecenderungan yang kuat mengagungkan atas leluhur yang telah berjasa terutama kepala kabilah nenek moyang mereka.
  3. Rasa takut yang kuat menghadapi kekuatan alam yang menimbulkan bencana mendorong mereka mencari kekuatan lain di luar Tuhan.
B. Kepercayaan Masyarakat Arab pra-Islam
Sebelum mengenal ajaran agama Islam, masyarakat Arab banyak yang menyembah berhala (patung). Tuhan yang mereka yakini adalah patung. 

Patung adalah benda mati yang tidak bergerak dan tidak dapat menolong seseorang. Mereka menyembah patung yang terbuat dari kayu, batu, emas, maupun perak.Tergantung dari kekayaan yang mereka miliki. Jika mereka termasuk dari golongan orang kaya maka patung yang disembahnya akan terbuat dari lempengan emas, jika orang miskin, patungnya dari kayu.
Kepercayaan itu berasal dari nenek moyang mereka secara turun temurun. Patung atau berhala yang mereka anggap sebagai Tuhan itu mereka letakkan di Ka’bah dan sekitarnya untuk disembah. Mereka setiap tahun mengadakan perlombaan membuat patung untuk ditempatkan pada dinding Ka’bah.Di sekeliling Ka’bah banyak patung yang diletakkan oleh masyarakat Arab.
Imam Bukhari telah meriwayatkan sebuah hadiṡ Rasulullah SAW dengan sanad dari Ibnu Abbas, yang artinya: “Patung-patung yang menjadi sesembahan yang ada pada zaman/masa Nabi Nuh As merupakan sebuah patung-patung yang disembah juga di kalangan bangsa Arab setelah itu. 

Sedangkan nama Wudd adalah nama bagi berhala yang disembah oleh suku kaum Kaib di Daumatul Jandal. Suwā adalah sesembahan Hużail.Yaguṡ dan sesembahan suku Murād, kemudian berpindah ke Bani Gatifdi yang terletak di lereng bukit Saba.”
Adapun Ya’uq adalah sesembahan Suku Hamdan. Nasr sesembahan suku Ḥimyar dan keluarga Żikila’. Padalah nama-nama sesembahan itu adalah nama-nama orang saleh pada jaman Nabi Nuh As. 

Setelah orang saleh tersebut wafat, para setan membisikkan sebuah kejelekanpada kaum yang saleh agar supaya dibuat patung-patung mereka di tempat-tempat pertemuan dan menamainya sesuai dengan nama-nama mereka.

Dari situlah, penyembahan terhadap berhala-berhala mulai. Dari sekian banyak berhala ada empat berhala yang dianggap sebagai pemimpin dari berhala-berhala yang lain. Empat berhala tersebut adalah Latta, `Uzzā, Manāt dan Hubal. Hubal yakni berhala yang terbuat dari batu akik berwarna merah dan berbentuk manusia. dan berhala yang terbesar diletakkan di Ka’bah, kemudian Latta, berhala yang paling tua, berhala `Uzza, serta Manāt. Berhala ini yang paling terkenal dan paling banyak disembah masyarakat Arab.
Patung-patung tersebut sangat dihormati dan ditakuti masyarakat Arab karena mereka meyakini patung-patung itu dapat memberikan manfaat dan dapat mendatangkan bahaya bila tidak disembah.  

Mereka mengakui berhala tersebut sebagai Tuhan mereka dan memujanya karena dianggapnya hebat. Mereka menyembah berhala-berhala itu sebagai perantara kepada Tuhan. Untuk mendekatkan diri kepada dewa atau Tuhan-Tuhan itu, mereka rela berkorban dengan menyajikan binatang ternak. 

Bahkan pernah pada suatu ketika mereka mempersembahkan manusia sebagai korban kepada dewa-dewa dan Tuhan mereka. Kepada berhala-berhala itu, mereka mengadukan nasibnya, persoalan, atau permasalahan hidupnya serta meminta pendapat atau memohon restunya jika akan mengerjakan sesuatu yang penting.
Padahal, patung-patung tersebut jika ditendang atau dipukul tidak bisa membela diri karena patung-patung tersebut benda mati. Dari empat patung tersebut, Hubal adalah patung yang paling besar. Oleh karena itu, ia dianggap sebagai pemimpin para patung.
Disamping kepercayaan terhadap penyembahan pada berhala, ada kepercayaan lain yang berkembang di Makkah, yaitu:
  1. Menyembah Malaikat. Sebagian dari masyarakat Arab menyembah dan menuhankan malaikat. Bahkan sebagian beranggapan malaikat adalah putri Tuhan.
  2. Menyembah Jin, Ruh, atau hantu. Sebagian masyarakat Arab menyembah jin, hantu, dan ruh leluhur mereka. Mereka mengadakan sesajian berupa kurban binatang sebagai bahan untuk  sesajian dengan bertujuan agar mereka terhindar dari bahaya dan bencana.
Tatkala agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. akan datang padanya, beberapa orang diantara mereka sudah berusaha untuk tidak ingin menyembah berhala lagi dan berbalik menyebarkan ajaran tauhid yang dibawa Nabi Ibrahim As.
Diantara mereka adalah sahabat Waraqah bin Naufal, sahabat Umayyah bin Ṣalt, Qus Saidah, sahabat Usman bin Khuwairis, `Abdullah bin Jahsyi, dan Zainal bin `Umar. 

Mereka adalah kelompok yang menentang tradisi menyembah berhala. Namun mereka meninggal sebelum datangnya Islam.