Friday, August 20, 2021

Jadwal Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan

Jadwal Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mlalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan telah menerbitkan Informasi terkait Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Tahun 2020 dengan Nomor:1845/B.B2/GT/2020 pada tanggal 15 Juni 2020
pelaksanaan ppg dalam jabatan 2020

Dalam surat informasi ini di jelaskan bahwa pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2020 akan dilaksanakan dalam tiga (3) angkatan, di setiap angkatan tersebut akan ada informasi jadwal konfirmasi ketersediaan, penetapan peserta dan lapor Diri ke perguruan tinggi, untuk lebih jelasnya terkait informasi hasil penetapan calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan pada tiap angkatan anda dapat melihatnya di laman sergur.kemdikbud.go.id.

Bagi Guru yang ditetapkan sebagai calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan wajib melakukan konfirmasi kesediaan secara online untuk ditetapkan sebagai mahasiswa PPG Dalam Jabatan Tahun 2020 serta wajib mencetak dan menandatangani dokumen Format A1 dan Pakta Integritas

Selanjutnya bagi Guru yang telah menyelesaikan proses konfirmasi kesediaan dan menandatangani dokumen Pakta Integritas maka Guru tersebut telah bersedia mengikuti ketentuan dan peraturan pembelajaran pada semua tahapan kegiatan PPG Dalam Jabatan Tahun 2020

Untuk mengetahui pembahasan yang akan mimin jelaskan silahkan anda perhatikan Daftar Isi yang ada dibawah ini

Informasi Penetapan Mahasiswa PPG Daljab


Guru yang telaj dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan melalui seleksi akademik dan administrasi mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti PPG Dalam Jabatan Tahun 2020.

Ketentuan penetapan mahasiswa dan penempatannya ke perguruan tinggi penyelenggara PPG Dalam Jabatan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut
  1. Perguruan Tinggi yang telah memiliki ijin pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Guru
  2. Kapasitas perguruan tinggi melalui jumlah rombongan belajar per bidang studi yang ditetapkan oleh perguruan tinggi tersebut
  3. Jumlah mahasiswa per rombongan belajar antara 20 sampai 30 mahasiswa
Untuk informasi hasil penetapan mahasiswa PPG Dalam Jabatan tiap angkatan dapat anda lihat di laman sergur.kemdikbud.go.id sedangkan bagi Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan LPMP dapat melihat hasil penetapan melalui operator masing-masing.

Konfirmasi Kesediaan Mahasiswa PPG Daljab


Bagi Guru calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan yang telah ditetapkan, wajib melakukan konfirmasi kesediaan sebelum mengikuti PPG Dalam Jabatan

Tujuan melakukan konfirmasi kesediaan adalah untuk memastikan bahwa seluruh mahasiswa PPG Dalam Jabatan memahami ketentuan yang berlaku selama mengikuti PPG Dalam Jabatan beserta sanksinya dan menyatakan kesanggupannya untuk mengikuti PPG Dalam Jabatan.

Guru yang telah melakukan konfirmasi kesediaan ditetapkan sebagai peserta final yang kemudian disebut sebagai Mahasiswa PPG Dalam Jabatan

Untuk melakukan konfirmasi kesediaan calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan sampai menjadi mahasiswa PPG Dalam Jabatan silahkan nada perhatikan beberapa tahapan berikut ini

A. Tahapan Informasi PPG Dalam Jabatan


Untuk tahapan yang pertama bagi guru calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan silahkan membuka laman Sergur.kemdikbud.go.id dan silahkan membaca dengan seksama informasi dan ketentuan pelaksanaan PPG Dalam Jabatan yang meliputi alur konfirmasi dan Pengisian identitas diri dan pakta integritas

2. Tahapan konfirmasi Kesediaan


Setelah Guru calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan membaca dan memahami informasi dan ketentuan pelaksanaan PPG serta pembiayaan, untuk melakukan konfirmasi kesediaan ada beberapa ketentuan yang harus di perhatikan oleh Guru calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan diantaranya adalah sebagai berikut
  1. Proses konfirmasi mengikuti alur serta mengisi identitas diri yang telah disediakan dalam laman konfirmasi
  2. Konfirmasi kesediaan berlaku juga untuk peserta cadangan guna menggantikan peserta yang tidak melakukan konfirmasi atau tidak bersedia

3. Tahapan Mencetak Format A1 Dan Pakta Integritas


Setelah menyelesaikan proses konfirmasi kesediaan, guru yang sudah dinyatakan sebagai mahasiswa PPG Dalam Jabatan akan diberikan surat pemberitahuan pelaksanaan PPG Dalam Jabatan dari masing-masing perguruan tinggi melalui laman perguruan tinggi atau sudat elektronik masing-masing guru

Silahkan anda cetak Format A1 dan Pakta Integritas tersebut kemudian silahkan anda serahkan format A1 yang telah ditandatanganioleh kepala sekolah dan Pakta Integritas yang telah ditandatnagani oleh masing-masing mahasiswa PPG diatas matrai 6000 kepada masing-masing perguruan tinggi penyelenggara baik secara langsung atau melalui media daring yang ditentukan oleh perguruan tinggi

Jadwal Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan


Untuk melihat pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2020, silahkan anda perhatikan tabel Jadwal Pelaksanaan PPG berikut ini

  • Jadwal Pemanggilan Peserta PPG Dalam jabatan Tahun 2020
NoKegiatan Angkatan-1Angkatan-2Angkatan-3
1Konfirmasi Kesediaan22-28 Juni 202013-20 juli 20203-13 Agustus 2020
2Penetapan Peserta2 Juli 202024 Juli 202018 Agustus 2020
3Lapor Diri Ke Perguruan Tinggi6-7 Juli 202028-29 Juli 202022-23 Agustus 2020

  • Jadwal Pelaksanaan PPG Dalam jabatan Tahun 2020
NoKegiatan Angkatan-1Angkatan-2Angkatan-3
1Orientasi Mahasiswa8 Juli 202030 juli 202024 Agustus 2020
2Pendalaman Materi (33 hari efektif)9 Juli - 13 Agustus 20201 Agustus - 7 september 202025 Agustus-28 September 2020
3Pengembangan Perangkat Pembelajaran (2 minggu efektif)14-29 Agustus 20208-21 September 202029-23 September-12 Oktober 2020
4Reviu Perangkat Pembelajaran dan Refleksi (8hari efektif)31 Agustus-8 September 202022-30 September 202013-21 Oktober 2020
5PPL I (2 minggu efektif)9-22 September 20201-14 Oktober 202022 oktober-5 November 2020
6Reviu PPL I (4 hari efektif)23-26 September 202015-19 Oktober 20206-10 November 2020
7PPL II (I minggu efektif)28 September-3 Oktober 202020-26 Oktober 202011-17 November 2020
8Reviu PPL II (4 hari efektif)5-8 Oktober 202027-31 Oktober 202018-21 November 2020

  • Jadwal UKMPPG 
NoKegiatan Angkatan-1Angkatan-2Angkatan-3
1Uji Kinerja (4 hari efektif)12-15 Oktober 20202-5 November 202023-26 November 2020
2Uji Pengetahuan (2 hari efektif)17-18 Oktober 20207-8 November 202028-29 November 2020

Demikian yang dapat mimin informasikan terkait Jadwal Dan Informasi Pelaksanaan PPG Dalam Jabatan Tahun 2020 ini,semoga dengan adanya informasi ini bisa memberikan sedikit titik terang akan dilaksanakannya program Pendidikan Profesi Guru yang selama ini sangat-sangat dinantikan oleh seluruh Guru Honorer di Indonesia

Friday, June 5, 2020

Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna As-Sabur

Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna As-Sabur

Allah Swt. bersifat As-Sabur artinya Allah Maha Sabar. Sifat As-Sabur Allah Swt. terhadap makhlukNya dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti: Allah Swt. senantiasa memberikan rezeki kepada semua hamba-Nya tanpa pilih kasih walaupun ada diantara hamba- Nya yang durhaka kepada Allah Swt. 
Asmaul Husna As-Sabur
Sifat sabar Allah melebihi segala sifat sabar makhluk-Nya, seperti manusia. Karena Allah memiliki sifat Maha Sabar maka Allah memerintahkan manusia untuk memiliki sifat-sifat sabar. Sehingga Allah sangat mencintai kepada manusia yang sabar disini

Menurut al-Ghazali, sifat as-Sabur yang dimiliki Allah Swt. mengandung makna bahwa Allah tidak bersifat tergesa-gesa sehingga bergegas melakukan sesuatu sebelum waktunya. Tetapi Allah Swt. meletakkan sesuatu dengan ukuran tertentu dan dengan aturan-aturan tertentu pula. Allah Swt. tidak menunda-nunda sesuatu seperti orang yang malas. 

Allah Swt. tidak pula mempercepat sesuatu seperti orang yang tergesa-gesa. Segala sesuatu diletakkan pada tempat dan waktu yang seharusnya.

Sifat sabar Allah Swt. harus dicontoh oleh hamba-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Sabar artinya tabah menghadapi ujian atau cobaan. Setiap manusia yang hidup di dunia akan selalu diuji oleh Allah, seperti ujian kematian, karena setiap kehidupan pasti akan mati

Sikap sabar harus dilakukan. Ciri-ciri seseorang yang memiliki sifat sabar: selalu bersifat lapang dada dalam menghadapi persoalan, tidak mudah putus asa dalam menghadapi setiap cobaan, selalu bersyukur kepada Allah Swt. apabila berhasil mengahapi persoalan dan bertawakkal kepada Allah apabila belum berhasil menyelesaikan persoalan.

Ada empat macam sifat sabar yang harus dimiliki oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
  1. Sabar dalam meninggalkan perbuatan yang tidak baik
  2. Sabar dalam menjalankan kewajiban agama
  3. Sabar dalam menghadapi ujian, cobaan dan musibah
  4. Sabar dalam mempertahankan kebenaran
Seseorang yang mengenal dan meneladani sifat Allah as-Sabur akan mengamalkan perilaku sabar dalam berbagai hal, seperti yang tercantum dalam Al-Quran, di antaranya bersabar dalam menghadapi cobaan dan musibah, menghadapi orang yang berbeda pendapat, dalam mengerjakan salat, berdoa dan sebagainya.

Thursday, June 4, 2020

Mengenal Allah SWT Melalui Asmaul Husna Al-Afuww

Mengenal Allah SWT Melalui Asmaul Husna Al-Afuww

Apakah arti sifat Al-Afuww? Al-Afuww artinya Allah Maha Pemaaf. Allah memberi maaf kepada hamba-hamba-Nya yang berdosa Allah Swt. bersifat Al-Afuww artinya Allah Maha menghapuskan dosa dan memaafkan perbuatan maksiat
Asmaul Husna Al-Afuww

Kedua nama Allah antara al-Gafur dengan al-Afuwwu memiliki makna yang hampir sama. Namun nama Allah al-Afuww memiliki makna lebih mendalam daripada al-Gafur. Karena al-Gafur yang artinya pengampunan lebih bersifat menutupi. 

Sedangkan al-Afuww yang berarti pemaafan, lebih bersifat menghapuskan. Allah Swt. memiliki sifat keduanya sekaligus, yakni bersifat menutupi kesalahan dan dosa juga menghapuskan kesalahan dan dosa.

Dengan kedua sifat tersebut jelas bahwa Allah Swt. tidak memiliki sifat dendam terhadap semua hamba-Nya. Tidak ada lagi catatan-catatan masa lalu terhadap hamba-Nya. Kedua sifat antara memaafkan dengan mengampuni melekat pada zat Allah Swt. Subhanallah.
Bagaimana dengan kita sehari-hari ? Apa yang kita lakukan apabila kita melakukan kesalahan? Atau apakah yang kita lakukan apabila orang lain berbuat salah kepada kita? Menunggu orang tersebut meminta maaf ataukah kita yang memberi maaf kepada orang tersebut?
Tidak banyak orang yang dapat memberi maaf sebelum orang lain meminta maaf. Kebanyakan manusia memiliki rasa gengsi yang tinggi. Sehingga tidak mau memberi maaf sebelum orang lain meminta maaf. Padahal Allah Swt. Maha pemberi maaf
Memberi maaf kepada orang lain yang berbuat salah merupakan sifat kemuliaan. Siapapun yang dapat membiasakan akan memperoleh kemuliaan  dari Allah Swt., yaitu Allah Swt. memberikan pahala yang besar kepada kita dan kitapun akan terhindar dari berbagai kesulitan hidup, seperti: sulit untuk belajar, sulit bergaul, perasaan takut dan sejenisnya.

Sifat al-afuwwu yang artinya Allah Maha Memaafkan mengandung dua pengertian, yaitu:
  1. Pemaafan yang bersifat umum, yaitu pemaafan yang diberikan kepada semua orang yang berbuat maksiat baik dari umat Islam maupun dari orang kafir. Mereka tidak ditimpakan siksa ketika bersalah atau berdosa. Bahkan Allah Swt. tetap memberikan rezeki dan kenikmatan yang bersifat dunia.
  2. Pemaafan dan pengampunan yang bersifat khusus, artinya hanya diberikan kepada orang-orang tertentu. Siapakah yang dimaksud dengan orangorang tertentu tersebut? Yaitu orang-orang yang bertaubat nasuha. Yakni orang yang bersalah dan setelah bertaubat tidak mengulangi selamanya.
Mereka ini disamping diberikan rezeki dan kenikmatan dunia juga diberikan harapan balasan surga dari Allah Swt. Umat Islam yang meyakini dengan sungguh-sungguh dan meneladani sifat pemaaf (al-Afuwwu) Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari secara ikhlas akan memperoleh manfaat:'
  1. Mendorong manusia untuk meniru sifat Allah al-Afuwwu, sehingga manusia mudah memaafkan kesalahan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan mau memaafkan kesalahan orang lain sebelum ia meminta maaf dengan tanpa merasa gengsi karena itu bentuk kemuliaan.
  2. Mendorong manusia untuk terus istighfar, yakni meminta ampun kepada Allah Swt. baik berbuat salah maupun tidak. Karena bacaan istighfar termasuk kalimat thayyibah sehingga siapapun yang membiasakannya pasti akan memperoleh kebaikan dan kemuliaan dari Allah Swt.
  3. Tidak pernah berputus asa terhadap rahmat Allah Swt., karena Allah sangat mudah untuk mengampuni dosa hambaNya. Pemberian maaf ini tanpa dibatasi oleh waktu, tempat, dan umur. Artinya berlaku kapan saja, diman asaja dan dalam usia berapapun ketika memiliki kesalahan atau dosa dan mau bertaubat Allah Swt. akan mengampuninya.
Mengenal Allah SWT Melalui Asmaul Husna Al-Gafur

Mengenal Allah SWT Melalui Asmaul Husna Al-Gafur

Kata “al-Gafur” berasal dari kata dasar yang artinya Allah Maha Pengampun. Di dalam kitab suci Al-Quran kata al-Gafur disebut tidak kurang dari 91 kali. 
Asmaul Husna Al-Gafur

Sebagian besar dari kata al-Gafur dirangkai dengan nama dan sifat Allah yang lain sebagian sisanya berdiri sendiri. Dari sekian banyak ayat kata Al-Gafur lebih banyak disandingkan dengan kata Ar-Rahim. Hal itu memberi penjelasan bahwa sifat al- Gafur merupakan sifat kasih dan sayang Allah Swt. Betapa tidak! Allah memberi ampunan kepada setiap mukmin yang bertaubat dan bersungguh-sungguh tanpa pilih kasih Dengan sifat al-Gafur Allah bersifat Maha pengampun terhadap semua hambaNya. 

Allah Swt. tidak memiliki sifat dendam kepada hambaNya. Termasuk kepada seorang hamba yang suka berbuat dosa besar kalau mau memohon ampun kepada Allah, Allah bersifat terbuka dan pasti mengampuni. Ini sangat berbeda dengan manusia yang masih memiliki sifat dendam terhadap kesalahan seseorang.
Di dalam ajaran Islam, umat Islam dilarang bersifat pendendam. Sebaliknya harus bersifat pemaaf karena Allah saja yang Maha Berkuasa bersifat pengampun terhadap hamba-Nya. Sehingga manusia harus meniru sifat al- Gafur Allah Swt.
Sifat pemaaf ini harus dimiliki oleh setiap manusia karena tidak ada seorangpun manusia yang pernah terbebas dari kesalahan dan dosa. Sehingga apabila ada teman atau siapapun yang berbuat salah kita harus memaafkan dengan segera. Dan tidak boleh memberi maaf menunggu sampai hari lebaran Idul Fitri Agar kita diberikan oleh Allah Swt. sifat pemaaf, hendaklah senantiasa memohon kepada Allah Sekalipun manusia telah melampaui batas, kalau mau meminta ampunan kepada Allah Swt., Allah tetap mengampuninya
Jenis dosa apakah yang tergolong melampaui batas? Tentu jenis dosa yang besar dan bahkan paling besar, yaitu: syirik. Dosa inipun Allah Swt. akan mengampuni apabila yang bersangkutan bertaubat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama Meyakini dan meneladani sifat Allah Swt. al-Gafur sangat bermanfaat terhadap kehidupan kita. Diantara manfaat tersebut adalah:
  1. Semakin yakin untuk tidak melakukan dosa dan maksiat
  2. Jika melakukan kesalahan atau perbuatan dosa segera memohon ampun kepada Allah
  3. Mengisi setiap waktu dengan kegiatan yang baik dan bermanfaat
Mengenal Kalimat Thayyibah Istighfar

Mengenal Kalimat Thayyibah Istighfar

Masih ingatkah kalian dengan pembahasan yang lalu tentang kalimat thayyibah yang dibaca oleh orang yang bersalah atau berdosa? Tentu masih ingat bukan? Sekarang akan kalian pelajari tentang kalimat thayyibah lebih rinci, yaitu istigfar.
Mengenal Kalimat Thayyibah Istighfar

Pernahkah kalian mendengar istilah istigfar ? Berkaitan dengan apakah istilah istigfar diungkapkan? Ya, tentu berhubungan dengan kesalahan atau dosa manusia.

Istigfar artinya pernyataan menyesal dengan sungguh-sungguh memohon ampun atas dosa yang dilakukan baik dosa itu besar maupun kecil dan bertekad untuk kembali taat kepada Allah Swt.

Setiap manusia diperintahkan untuk beristigfar yaitu untuk menyucikan diri dari dosa baik dosa besar maupun kecil baik dilakukan dengan sengaja maupun tidak disengaja. Pernahkah kalian bersalah dengan teman? Atau teman kalian pernah bersalah dengan kalian? Ketika bersalah dengan teman atau teman kalian bersalah dengan kalian kalian harus bermurah hati. Yakni mau memaafkan kepada teman kalian. Bersikap pemaaf itu tidak menjadikan kalian hina, sebaliknya kalian menjadi mulia.

Setiap umat manusia wajib beristigfar sebagai bentuk bertaubat baik kepada Allah Swt. maupun kepada manusia. Jika dosa berkaitan dengan manusia maka manusia harus meminta maaf dengan segera. Sedangkan beristigfar sebagai bentuk bertaubat kepada Allah Swt. hendaklah dilakukan dengan bersunggu-hsungguh dan ikhlas. Karena istigfar sebagai bentuk bertaubat yang terbaik dilakukan dengan penuh penyesalan dengan rendah hati dan segera kepada Allah Swt.

Beristigfar sebagai wujud bertaubat sangat diperintahkan oleh Allah Swt. kepada manusia. Tahukah kalian mengapa Allah Swt. sangat menyerukan kepada manusia untuk beristigfar? Karena Allah Swt. Zat yang Maha pengampun

Tujuan Allah Swt. memerintahkan kepada manusia agar gemar beristigfar sebagai bentuk bertaubat adalah:
  1. Agar manusia senantiasa mencintai kebaikan dan mencegah kemungkaran
  2. Agar manusia bersih dari dosa
  3. Agar manusia dapat meraih kebahagiaan dunia dan akherat
  4. Menunjukkan bahwa Allah bersifat kasih sayang kepada manusia, sehingga mengampuni terhadap kesalahan hambaNya

Melafalkan kalimah thayyibah (istigfar)


Kalimat thayyibah istigfar dilakukan dengan mengucapkan kalimat istighfar Kalimat ini perlu diucapkan setiap saat, sehingga menjadi kebiasaan. Kalau kalimat thayyibah istighfar telah dibiasakan maka secara tidak langsung dapat mengendalikan diri untuk tidak mudah berbuat dosa.

Apabila terjerumus melakukan dosa, mudah dan ringan untuk beristighfar sebagai bentuk bertaubat kepada Allah Swt.
Di dalam ajaran Islam perintah untuk beristigfar dalam memohon dan mengharap rahmad dari allah swt. pada saat :
  1. Ketika bersalah atau berdosa
  2. Melihat seseorang berbuat salah atau dosa
  3. Melihat tempat-tempat maksiyat
Kesalahan apakah yang menghendaki umat Islam untuk segera beristigfar sebagai bentuk beratubat? Ya, ada beberapa jenis kesalahan dan dosa yang mendorong manusia untuk segera beristigfar, yaitu:
  1. Istigfar karena kekafiran
  2. Istigfar karena maksiat
  3. Istigfar karena dosa-dosa besar
  4. Istigfar karena dosa-dosa kecil
  5. Istigfar karena meninggalkan ketaatan kepada Allah Swt
  6. Istigfar karena tidak peduli dengan amal-amal kebaikan
Apabila umat manusia telah terbiasa beristigfar maka umat Islam akan memperoleh banyak manfaat. Apakah manfaat yang dapat diperoleh bagi umat Islam yang gemar beristigfar? Ada enam manfaat beristigfar, yaitu:
  1. Dapat mempelihara kesucian diri
  2. Dapat menjadikan ibadah diterima Allah Swt.
  3. Dapat mengerjakan ibadah secara sempurna
  4. Mendapat balasan yang baik kelak akhirat
  5. Mendapat petunjuk dan hidayah dari Allah Swt.
Agama Dan Kepercayaan Masyarakat Arab Pra-Islam

Agama Dan Kepercayaan Masyarakat Arab Pra-Islam

Pada awalnya, masyarakat kota Makkah adalah masyarakat yang menganut agama tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim As. Kemudian dilanjutkan oleh putranya Nabi Ismail As. 

menyembah berhala
Perjalanan hidup Nabi Ibrahim, Siti Hawa (istrinya), dan Nabi Ismail memunculkan sejumlah ajaran dan kebudayaan Islam yang sampai sekarang terpelihara, seperti Ka’bah, maqam Ibrahim, dan peristiwa qurban. 

Bahkan Proses perjalanan kehidupan keluarga ini diakui oleh umat Islam dalam salah satu rukun haji.
Setelah Nabi Ismail As. wafat, masyarakat Makkah mulai pindah menyembah selain Allah. Proses perpindahan kepercayaan itu berawal dari seorang yang bernama Amir bin Lubai dia adalah seorang pembesar suku Khuza’ah yang melakukan perjalanan ke Syam (Syiria). 

Amir bin Lubai melihat penduduk kota Syam melakukan ibadah dengan menyembah berhala. pada akhirnya dia tertarik untuk mempelajari dan mempraktikkannya di Makkah. Dia membawa sebuah berhala yang ia beri nama berhala Hubal dan diletakkan di Ka’bah. Berhala Hubal menjadi pimpinan berhala lainnya seperti Latta, `Uzza dan Manāt.
Dia mengajarkan kepada masyarakat Makkah cara menyembah berhala. Hingga akhirnya masyarakat Makkah  menyakini bahwa berhala adalah perantara untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya. Sejak itulah masyarakat Makkah mulai membuat berhala-berhala sehinga bisa mencapai 360 berhala yang diletakkan mengelilingi Ka’bah. 

Dari situ baru mulailah kepercayaan dan keyakinan baru masuk ke masyarakat Makkah oleh karenanya kota Makkah menjadi pusat penyembahan berhala.
Ketika melaksanakan haji, bangsa Arab melihat berhala-berhala di sekitar Ka’bah. Mereka bertanya alasan menyembah berhala. Para Pembesar Makkah menjawab bahwa berhala-berhala yang di sembah tersebut merupakan perantara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Setelah itu, mereka kembali ke daerahnya masing-masing dan meniru cara ibadah masyarakat Makkah. 

Mulailah kepercayaan baru menyebar di jazirah Arab. Masa itu disebut masa Jahiliyyah. Jahiliyyah bukan berarti mereka bodoh dari keilmuan dan pengetahuannya, akan tetapi mereka bodoh dari keimanan kepada Allah Swt. seperti yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim As.. oleh karenanya mereka menyimpangkan ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim As..
Adapun faktor-faktor penyebab penyimpangan tersebut adalah:
  1. Adanya kebutuhan terhadap Tuhan yang selalu bersama mereka terutama saat mereka membutuhkan.
  2. Kecenderungan yang kuat mengagungkan atas leluhur yang telah berjasa terutama kepala kabilah nenek moyang mereka.
  3. Rasa takut yang kuat menghadapi kekuatan alam yang menimbulkan bencana mendorong mereka mencari kekuatan lain di luar Tuhan.
B. Kepercayaan Masyarakat Arab pra-Islam
Sebelum mengenal ajaran agama Islam, masyarakat Arab banyak yang menyembah berhala (patung). Tuhan yang mereka yakini adalah patung. 

Patung adalah benda mati yang tidak bergerak dan tidak dapat menolong seseorang. Mereka menyembah patung yang terbuat dari kayu, batu, emas, maupun perak.Tergantung dari kekayaan yang mereka miliki. Jika mereka termasuk dari golongan orang kaya maka patung yang disembahnya akan terbuat dari lempengan emas, jika orang miskin, patungnya dari kayu.
Kepercayaan itu berasal dari nenek moyang mereka secara turun temurun. Patung atau berhala yang mereka anggap sebagai Tuhan itu mereka letakkan di Ka’bah dan sekitarnya untuk disembah. Mereka setiap tahun mengadakan perlombaan membuat patung untuk ditempatkan pada dinding Ka’bah.Di sekeliling Ka’bah banyak patung yang diletakkan oleh masyarakat Arab.
Imam Bukhari telah meriwayatkan sebuah hadiṡ Rasulullah SAW dengan sanad dari Ibnu Abbas, yang artinya: “Patung-patung yang menjadi sesembahan yang ada pada zaman/masa Nabi Nuh As merupakan sebuah patung-patung yang disembah juga di kalangan bangsa Arab setelah itu. 

Sedangkan nama Wudd adalah nama bagi berhala yang disembah oleh suku kaum Kaib di Daumatul Jandal. Suwā adalah sesembahan Hużail.Yaguṡ dan sesembahan suku Murād, kemudian berpindah ke Bani Gatifdi yang terletak di lereng bukit Saba.”
Adapun Ya’uq adalah sesembahan Suku Hamdan. Nasr sesembahan suku Ḥimyar dan keluarga Żikila’. Padalah nama-nama sesembahan itu adalah nama-nama orang saleh pada jaman Nabi Nuh As. 

Setelah orang saleh tersebut wafat, para setan membisikkan sebuah kejelekanpada kaum yang saleh agar supaya dibuat patung-patung mereka di tempat-tempat pertemuan dan menamainya sesuai dengan nama-nama mereka.

Dari situlah, penyembahan terhadap berhala-berhala mulai. Dari sekian banyak berhala ada empat berhala yang dianggap sebagai pemimpin dari berhala-berhala yang lain. Empat berhala tersebut adalah Latta, `Uzzā, Manāt dan Hubal. Hubal yakni berhala yang terbuat dari batu akik berwarna merah dan berbentuk manusia. dan berhala yang terbesar diletakkan di Ka’bah, kemudian Latta, berhala yang paling tua, berhala `Uzza, serta Manāt. Berhala ini yang paling terkenal dan paling banyak disembah masyarakat Arab.
Patung-patung tersebut sangat dihormati dan ditakuti masyarakat Arab karena mereka meyakini patung-patung itu dapat memberikan manfaat dan dapat mendatangkan bahaya bila tidak disembah.  

Mereka mengakui berhala tersebut sebagai Tuhan mereka dan memujanya karena dianggapnya hebat. Mereka menyembah berhala-berhala itu sebagai perantara kepada Tuhan. Untuk mendekatkan diri kepada dewa atau Tuhan-Tuhan itu, mereka rela berkorban dengan menyajikan binatang ternak. 

Bahkan pernah pada suatu ketika mereka mempersembahkan manusia sebagai korban kepada dewa-dewa dan Tuhan mereka. Kepada berhala-berhala itu, mereka mengadukan nasibnya, persoalan, atau permasalahan hidupnya serta meminta pendapat atau memohon restunya jika akan mengerjakan sesuatu yang penting.
Padahal, patung-patung tersebut jika ditendang atau dipukul tidak bisa membela diri karena patung-patung tersebut benda mati. Dari empat patung tersebut, Hubal adalah patung yang paling besar. Oleh karena itu, ia dianggap sebagai pemimpin para patung.
Disamping kepercayaan terhadap penyembahan pada berhala, ada kepercayaan lain yang berkembang di Makkah, yaitu:
  1. Menyembah Malaikat. Sebagian dari masyarakat Arab menyembah dan menuhankan malaikat. Bahkan sebagian beranggapan malaikat adalah putri Tuhan.
  2. Menyembah Jin, Ruh, atau hantu. Sebagian masyarakat Arab menyembah jin, hantu, dan ruh leluhur mereka. Mereka mengadakan sesajian berupa kurban binatang sebagai bahan untuk  sesajian dengan bertujuan agar mereka terhindar dari bahaya dan bencana.
Tatkala agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. akan datang padanya, beberapa orang diantara mereka sudah berusaha untuk tidak ingin menyembah berhala lagi dan berbalik menyebarkan ajaran tauhid yang dibawa Nabi Ibrahim As.
Diantara mereka adalah sahabat Waraqah bin Naufal, sahabat Umayyah bin Ṣalt, Qus Saidah, sahabat Usman bin Khuwairis, `Abdullah bin Jahsyi, dan Zainal bin `Umar. 

Mereka adalah kelompok yang menentang tradisi menyembah berhala. Namun mereka meninggal sebelum datangnya Islam.

Wednesday, June 3, 2020

Pengertian, Larangan, Akibat Dan Cara Menghindari Fasik

Pengertian, Larangan, Akibat Dan Cara Menghindari Fasik

Menurut bahasa, kata fasik dalam bahasa Arab: berasal dari akar kata fasaqa-yafsiqu-fisqan-fusûqan atinya keluar atau menyimpang dari perintah.

sifat fasik
Sedangkan menurut terminologi atau istilah orang fasik maksiat meninggalkan perntah allah dan menyimpang dari jalan yang benar. Orang yang fasik suka melakukan maksiat, meninggalkan perintah Allah, dan menyimpang dari jalan yang benar atau orang yang mengaku beragama Islam akan tetapi senantiasa berbuat dosa atau kemaksiatan.

Larangan fasik


Fasik adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh ajaran Islam. Karena perbuatan fasik adalah perbuatan setan yang senantiasa berperilaku menyimpang.

Akibat fasik


Karena fasik merupakan perbuatan yang dilarang untuk dilakukan maka bagi yang melakukan pasti akan meninggalkan akibatnya. Diantara akibat fasik adalah:
  • Tidak dipercaya oleh manusia
Salah satu ciri orang fasik adalah perkataan tidak sesuai kenyataan. Dia menyatakan sebagai orang Islam tetapi melakukan maksiat atau dosa besar. Orang yang seperti ini tidak dipercaya oleh manusia.
  • Allah Swt. tidak memberi petunjuk
Orang yang fasik terkenal dengan sebutan munafik. Orang yang fasik terputus dari petunjuk Allah Swt
  • Terancam masuk neraka

Cara menghindari fasik

  • Kembali kepada kitab suci al-Quran
Setiap hal yang terjadi senantiasa agar dikembalikan kepada kitab suci Al-Quran sehingga dapat terhindar dari sifat fasik.
  • Berperilaku sesuai aturan agama
Umat Islam hendaknya senantiasa berperilaku dan beramal sesuai ajaran agama Islam. Karena hal ini secara otomatis dapat menghindarkan diri dari fasik.
  • Memahami betapa besar kerusakan/bahaya akibat fasik
Betapa besar hukuman Allah Swt. kepada orang yang fasik, yakni neraka. Karena itu umat Islam harus senantiasa memahami betapa besar bahaya dan akibat fasik.
Pengertian, Larangan, Akibat Dan Cara Menghindari Murtad

Pengertian, Larangan, Akibat Dan Cara Menghindari Murtad

Menurut bahasa murtad adalah meninggalkan atau keluar dari suatu agama. Dan menurut istilah murtad berarti meninggalkan atau keluar dari agama Islam dan memeluk agama lain sehingga hukumnya menjadi kafir. 
murtad

Apabila sudah dinasihati untuk kembali kepada agama Islam namun tidak mau kembali maka orang tersebut terkena ancaman dosa besar.


Larangan murtad

Agama Islam menurut Allah adalah agama yang sempurna, sehingga di dalam ajaran Islam telah lengkap dengan segala aturan kehidupan manusia.
Bahkan telah diridai oleh Allah, Keluar dari agama Islam merupakan sikap yang sangat dilarang sehingga pelakunya disebut murtad. Sikap ini hukumnya haram dan diancam dengan dosa besar.

Akibat murtad

Di dalam QS. An Nahl [16]: 106 Allah Swt. berfirman bahwa seseorang yang sesudah beriman kemudian kafir kepada Allah maka ia akan mendapat murka Allah. Karena ia telah mengkhianati dirinya dan Allah Swt.

Cara menghindari murtad

Perbuatan keluar dari ajaran Islam disebut riddah dan orangnya disebut murtad. Riddah merupakan perbuatan yang sangat dimurkai oleh Allah Swt. sehingga harus selalu dihindari. Cara untuk menghindari adalah:
  1. Mempelajari agama Islam dengan sebaik-baiknya melalui kegiatan menghayati, meyakini dan mengamalkan
  2. Menjauhkan diri dari orang-orang yang berperilaku buruk, seperti: mabuk-mabukan, suka membolos, suka berkelahi dan perbuatan tercela lainnya
  3. Senantiasa memupuk keimanan dan ke Islaman dengan cara selalu berbuat baik dan gemar beribadah 
  4. Menjauhkan diri dari tempat-tempat maksiat yang mendorong berbuat tercela, seperti: diskotik, night club (kelompok malam) dan sejenisnya.
Pengertian, Larangan, Akibat dan Cara Menanggulangi Sifat Marah

Pengertian, Larangan, Akibat dan Cara Menanggulangi Sifat Marah

Marah atau ghadab adalah luapan perasaan seseorang yang tidak senang karena sesuatu. Mungkin karena dihina sehingga tersinggung karena dibohongi seseorang atau karena keinginan tidak tercapai dan sebab lainnya.

Pernahkah kalian melihat orang yang sedang marah? Bagaimana wajahnya, ungkapan apa yang terdengar dari lisannya dan apa yang dilakukan?

marah atau ghadab
Marah merupakan bentuk akhlak tercela sehingga harus hindari. Marah termasuk perbuatan setan yang tidak boleh diikuti. Orang yang pemarah akan mudah tersinggung dan mudah melakukan hal-hal yang buruk karena tidak dapat mengendalikan diri.

Seorang yang sedang marah dapat diketahui melalui tanda-tanda atau ciri yang tampak, antara lain:
  1. Muka dan matanya tampak merah
  2. Mulutnya berdesir
  3. Tangannya gemetar
  4. Mengeluarkan kata-kata kotor
  5. Melakukan sesuatu yang merugikan, seperti: memukul, melempar, membanting dan sejenisnya
Sebaiknya kalian harus berlatih tidak marah. Bagaimana caranya? Ya, tentu bersabar dan berlatih mengendalikan diri. Ketika kalian hendak marah dalam keadaan berdiri silakan kalian duduk. Ketika sedang berhadapan dengan seseorang yang kalian marahi segera tinggalkan orang tersebut. 

Lebih bagus lagi adalah ketika terasa mau marah segera mengambil air wudu dan segera melakukan salat. Karena sifat marah seperti bara api dan api akan lenyap dengan air.

Larangan Marah

Perbuatan marah adalah perbuatan setan. Dan setan adalah makhluk yang terkutuk. Karena itu jangan sekali-kali mengikuti perbuatan setan. Karena sekali mengikuti perbuatan setan akan menjadi teman setan dan menjadi makhluk terkutuk oleh Allah Swt. Karena itu jauhi dan hindari sifat marah, berlatihlah menjadi seorang yang sabar

Ajaran Islam melarang seseorang berbuat marah. Marah tidak pernah ada manfaat sedikitpun. Bahkan marah hanya akan menyisakan segudang kerugian. Karena itu jauhi dan tinggalkanlah. Sebagaimana Nabi Saw bersabda yang artinya: 

" Ketahuilah bahwasanya marah adalah kobaran api yang tersembunyi dalam hati anak Adam. Tidaklah kalian lihat kemerah-merahan matanya dan kegembungan urat lehernya ? Karenanya siapa saja yang merasakan hal ini (marah) hendaklah ia membenam ke bumi" (HR.Turmudzi).

Akibat Marah


Pernah kalian melihat dari akibat sikap seseorang yang marah? Tentu, tidak ada sedikitpun yang bermanfaat. Diantara akibat dari sikap marah adalah:
  1. Menanamkan permusuhan
  2. Hancurnya sesuatu
  3. Munculnya kata-kata kotor yang menyakitkan
  4. Membuat orang lain tidak menyukai
  5. Dimurkai oleh Swt.

Cara menanggulangi marah


Ada empat cara mengatasi sikap marah dan ini semua perlu untuk dicoba sehingga menjadi kebiasaan, yaitu:
  1. Segera memohon pertolongan kepada Allah Swt. dengan membaca ta’awudz. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw. bersabda yang artinya: " Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang (HR. Bukhari dan Muslim).
  2. Diam dan menjaga lisan
  3. Mengambil posisi lebih rendah
  4. Selalu berusaha menahan amarahnya
Pengertian, Dalil, Manfaat Dan Contoh Sifat Bijaksana

Pengertian, Dalil, Manfaat Dan Contoh Sifat Bijaksana

Bijaksana artinya selalu menggunakan akal budinya dengan berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya, arif, atau tajam pikiran. Bijaksana dapat berarti pandai dan hati-hati, cermat, teliti, dan sebagainya. 
al hajjar al aswad
Bijaksana adalah suatu kecakapan menggunakan akal budinya apabila menghadapi kesulitan. Bijaksana dapat pula diartikan menyelesaikan masalah berdasarkan kebenaran dan tidak hanya mengikuti keinginan hawa nafsu saja.

Umat Islam diperintahkan oleh Allah Swt. agar bersifat bijaksana. Artinya ketika hendak melakukan sesuatu dipikirkan terlebih dahulu dengan cermat agar tidak terjerumus kepada kesalahan. Karena itu, umat Islam tidak boleh bersifat tergesa-gesa karena tergesa-gesa itu perbuatan setan. Dan setan selalu mendorong manusia untuk berbuat buruk.

Cara untuk bersikap bijaksana dalam kehidupan sehari-hari dapat dilatih dan ditumbuhkan melalui:
  1. Perenungan dengan upaya mengerti dan menghayati pentingnya sikap bijaksana
  2. Meniru dari contoh sikap bijaksana yang dilakukan oleh nabi Muhammad saw., seperti: sikap nabi ketika mengembalikan Hajar Aswad ke tempat semula.
  3. Mengamalkan dan membiasakan dalam kehidupan sehari-hari

Dalil tentang bijaksana

Ada beberapa dalil yang memerintahkan kepada umat Islam untuk bersikap bijaksana

Manfaat sifat bijaksana

Umat Islam yang memiliki sikap bijaksana, akan memperoleh manfaat yang banyak sekali, antara lain:
  1. Dapat terlaksana suatu undang-undang, karena orang yang bijaksana selalu berbuat sesuai undang-undang sehingga terwujud keselarasan hidup bagi masyarakat
  2. Dapat mewujudkan sikap disiplin Disiplin berarti berbuat sesuai aturan yang berlaku sehingga seseorang yang bijaksana berarti telah bersikap disiplin
  3. Dapat menegakkan sesuatu yang haq (benar) karena perilaku bijaksana akan menimbulkan kebaikan dan kebaikan akan menghasilkan kebenaran
  4. Dapat melaksanakan kewajiban, karena orang yang bijaksana selalu mengutamakan pelaksanaan kewajiban
  5. Dapat mewujudkan sikap adil, karena orang yang bijaksana secara otomatis bersikap adil. Keduanya merupakan sifat yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan

Contoh sifat bijaksana

Masih ingatkah kalian peristiwa pemberian gelar “al-Amiin” kepada Nabi Muhammad Saw.? Ketika Nabi Muhammad Saw. berumur 35 tahun telah terjadi perombakan banguan Ka’bah oleh pemuka-pemuka quraisy. 

Namun dalam hal meletakan hajar aswad ke tempat semula, terjadi perselisihan siapa yang lebih berhak meletakan hajar aswad ke tempat semula tersebut. Sehingga terjadilah pertikaian dan pertengkaran dalam persoalan ini.

Dalam keadaan demikian, datanglah Rasulullah Saw. dan memberikan ide cemerlang. Nabi berkata, “Bagaimana kalau siapa yang lebih dahulu besok pagi memasuki masjid ini maka dialah yang berhak meletakan Hajar Aswad itu ketempat semula”. Para pemuka Quraisy menyepakati usulan Nabi tersebut.

Dan ternyata yang datang pertama kali ke masjid adalah Nabi Muhammad Saw. Berarti Nabi Muhammad Saw. yang berhak memindahkan Hajar Aswad tersebut ke tempat semula.

Untuk menghindari terjadi permusuhan diantara mereka, Nabi Muhammad Saw. tidak mau memindahkan sendiri. Sebaliknya Nabi Muhammad Saw. mengajak kepada semua pemuka kaum Quraisy itu untuk terlibat. 

Sehingga Nabi membentangkan kain sorbannya yang berukuran empat persegi tersebut, kemudian diletakan Hajar Aswad diatas serbannya dan disuruh oleh Nabi agar empat orang pemuka Quraisy masing-masing memegang sudut serban dan mengangkat secara bersama-sama ketempat semula dan setelah Hajar Aswad berada di dekat tempatnya, barulah Nabi yang mengangkat dan meletakan Hajar Aswad ditempat semula.

Subhanallah, inilah contoh sikap bijaksana yang harus dicontoh oleh umat Islam. Karena dengan cara yang dilakukan oleh Nabi tersebut, para pemuka Quraisy merasa ikut berjasa dan tidak ada yang merasa ditinggalkan sehingga dapat terhindar dari sikap permusuhan diantara mereka. Akhirnya mereka sepakat memberikan julukan kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai “al- Amiin”, artinya orang yang jujur, benar dan bijaksana.
Pengertian, Dalil, Manfaat Dan Contoh Sifat Adil

Pengertian, Dalil, Manfaat Dan Contoh Sifat Adil

Menurut Bahasa adil memiliki arti berada di tengah-tengah, jujur, lurus dan tulus. Sedangkat menurut istilah adil berarti suatu sikap yang bebas dari ketidak jujuran. 
contoh sifat adil
Dengan demikian orang yang adil adalah orang yang berbuat sesuai aturan hukum baik hukum agama, hukum positif (hukum negara) maupun hukum sosial (hukum adat) yang berlaku.
Orang yang adil selalu bersikap netral, artinya sikap yang tidak memihak, kecuali kepada kebenaran. Bukan berpihak karena pertemanan, persamaan suku, bangsa maupun agama. Keterpihakan kepada sesuatu yang tidak benar dilarang oleh ajaran Islam. 

Allah Swt. menegaskan dalam al-Qur'an bahwa kebencian terhadap suatu kelompok, atau individu manusia, janganlah menjadi pendorong untuk bertindak tidak adil.
Mengapa Islam menganggap sikap adil sangat penting ? Salah satu tujuan utama Islam adalah membentuk masyarakat yang menyelamatkan, yang membawa rahmat kepada seluruh alam semesta dengan makna:
  1. Seorang muslim harus bersikap adil dan jujur kepada diri sendiri, kerabat dekat, kaya dan miskin. Penilaian, kesaksian dan keputusan hukum hendaknya berdasarkan kepada kebenaran walaupun kepada diri sendiri.
  2. Makna adil yang kedua yaitu Keadilan, keadilan adalah milik seluruh umat manusia tanpa memandang suku, agama, status jabatan ataupun tingkatan sosial. Oleh karena itu seorang muslim wajib menegakkan keadilan hukum dalam posisi apapun, baik sebagai hakim, jaksa, polisi maupun saksi.
  3. Makna adil yang ketiga di bidang yang selain persoalan hukum, keadilan bermakna bahwa seorang muslim harus dapat membuat penilaian apa adanya dan kritis kepada siapapun. Mengakui adanya kebenaran, kebaikan dan hal-hal positif yang dimiliki kalangan lain yang berbeda agama, suku dan bangsa dan dengan lapang dada membuka diri untuk belajar secara bijaksana.

Dalil tentang adil


Umat Islam wajib mencontoh sikap adil Rasulullah saw.

Manfaat adil  

Seseorang yang bersikap adil akan mendatangkan banyak manfaat, antara lain:
  1. Mendatangkan rida Allah
  2. Memperoleh keberhasilan dalam hidup
  3. Memperoleh kegembiraan batin
  4. Disenangi banyak orang
  5. Memperoleh kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat
  6. Terwujud masyarakat yang aman, tenteram, dan damai

Contoh adil

Banyak sekali contoh adil yang terjadi di sekitar kita. Tahukah kalian dalam hal itu? Masih ingatkah kalian ketika ada teman membuang sampah di sembarang tempat, kemudian ditegur oleh bapak atau ibu guru agar diambil dan dibuang di tempat sampah? Itu adalah bagian dari contoh adil. Karena adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Pengertian, Dalil, Manfaat Dan Contoh Tanggung Jawab

Pengertian, Dalil, Manfaat Dan Contoh Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul, menanggung segala sesuatunya dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab merupakan kesadaran manusia terhadap tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
 
tanggung jawab orang tua
Tanggung jawab merupakan perwujudan dari sifat amanah, artinya dapat dipercaya. Sehingga tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian hidup manusia bahwa setiap manusia yang hidup akan di bebani dengan tangung jawab.
 
Tanggung jawab adalah kewajiban yang harus dilakukan sebagai akibat dari perbuatan yang dilakukan.
 
Tanggung jawab menjadi ciri manusia yang beradab. Manusia harus bertanggung jawab karena menyadari akibat baik atau buruk dari perbuatannya.

Sikap tanggung jawab harus dibiasakan setiap hari dengan cara:
  1. Selalu ingat kepada Allah bahwa segala perbuatan yang dilakukan di dunia akan dimintai pertanggungjawaban
  2. Menyadari betapa beratnya amanah yang diberikan kepada manusia
  3. Menyadari akibat buruk yang timbul dari sikap tidak bertanggung jawab
  4. Berani mengakui kekurangan sendiri
  5. Siap menerima resiko apapun dari kesalahan yang dilakukan

Dalil tanggung jawab


Agama Islam memerintahkan kepada manusia agar bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Bahkan Allah-pun akan meminta pertanggungjawaban kepada setiap manusia kelak pada hari kiamat terhadap apa yang dilakukan selama hidup di dunia.
 

Manfaat tanggung jawab


Sikap tanggung jawab dapat memberikan manfaat kepada pelakunya, antara lain;
  • Dipercaya orang lain
Semakin bertanggung jawab seseorang, maka semakin banyak manusia percaya pada dirinya. Sebaliknya semakin manusia lari dari tanggung jawab orang lain tidak percaya kepada dirinya.
  • Menjadi manusia yang berguna
Dengan tanggung jawab, banyak manusia percaya kepada dirinya. Dan semakin banyak orang percaya maka semakin bermanfaat dirinya kepada orang lain. Ini termasuk ciri manusia yang terbaik
  • Memperoleh pahala dari Allah Swt.
Karena tanggung jawab merupakan perintah dari Allah Swt., maka manusia yang melakukan akan memperoleh pahala dari Allah Swt. Berapa banyak pahala yang diterima oleh manusia? Tentu akan sesuai dengan besar atau kecilnya tanggung jawab yang diembannya.

Contoh tanggung jawab


Ada beberapa contoh tanggung jawab. Kalian pasti pernah melakukan. Apakah itu? Coba ingat kembali, misalnya ada seorang anak kecil yang bermain dengan alat-alat permainannya. 

Setelah selesai bermain, ia diminta oleh orang tua agar menata dan mengembalikan alat-alat bermain di tempat semula. Ketika ada seorang teman kalian meminjam buku perpustakaan, setelah habis batas waktu harus dikembalikan, atau ketika menggunakan buku perpustakaan ada halaman-halaman yang sobek maka ia menggantinya, dan masih banyak lainnya. Ini semua merupakan contoh tanggung jawab

Saturday, May 30, 2020

Akhlak Terpuji Taat Dan Patuh Kepada Kedua Orang Tua

Akhlak Terpuji Taat Dan Patuh Kepada Kedua Orang Tua

Tahukah kalian, Apakah gambar di bawah ini termasuk Perilaku terpuji? Apakah kalian pernah melakukan perilaku tersebut? Bagaimana perasaan kalian? Apakah kalian senang?
 

A. Patuh dan taat terhadap kedua orang tua


akhlak terpuji taat kepada orang tua
Apakah kalian termasuk anak yang berbakti kepada kedua orang tua? Allah Swt memerintahkan kepada manusia untuk selalu patuh dan taat kepada kedua orang tuanya. Kenapa kita harus patuh dan taat kepada orang tua? Ibu kita telah bersusah payah mengandung kita selama lebih kurang sembilan bulan. 

Ketika melahirkan, ia merasakan sakit yang sangat. Pada saat kita masih bayi ia tidak dapat tidur dengan nyenyak karena ia kadang terbangun ketika kita menangis di waktu malam. Ayah bekerja mencari rezeki untuk kita siang dan malam. 

Kedua orang tua kita bekerja keras demi kebahagiaan anak-anaknya. Sebagai balas budi kita terhadap
kedua orang tua, maka kita harus patuh dan taat kepada mereka berdua.
 
Bagaimana cara kita berbuat baik kepada mereka berdua? Untuk mengetahui cara berbuat baik kepada kedua orang tua adalah sebagai berikut :
  1. Mematuhi nasehat mereka.
  2. Menyayangi mereka.
  3. Berperilaku sopan dan santun.
  4. Berterima kasih kepada mereka karena telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang.
  5. Berbicara yang lembut dan tidak berkata kasar kepada mereka.
  6. Mendoakan mereka setiap kali selesai melaksanakan shalat fardhu.
  7. Bersikap jujur kepada mereka.
  8. Menyenangkan hati mereka.

B. Meneladani perilaku terpuji Nabi Ismail As


Ingatkah kalian, tentang kisah seekor domba yang akan disembelih, kemudian diganti oleh Allah Swt dengan manusia? Kisah siapakah itu? Ayo kita cari tahu bersama!
 

A. Keluarga Nabi Ismail As


Nabi Ismail As. adalah putra Nabi Ibrahim As. Sejak kecil Nabi Ismail As. ditinggalkan oleh ayahnya Nabi Ibrahim As yang harus berpisah karena melaksanakan perintah Allah Swt. 

Dia hidup bersama ibunya di tempat yang tandus, tidak ada pepohonan, tidak ada makanan dan minuman. Kebingungan bertambah manakala terdengar tangisan Ismail yang kehausan. 

Siti Hajar berlari menuju bukit Safa sampai tiba di suatu tempat yang bernama Marwah. Di sana pun tidak ada air. Kejadian itu sampai berulang-ulang sebanyak tujuh kali. Siti Hajar berlari antara bukit Safa dan Marwah. 

Berkat kesabaran dan do’a Ibunya yang bernama Siti Hajar, akhirnya Allah Swt mengabulkan permohonan Siti Hajar. Sehingga atas kekuasaan Allah Swt melalui Malaikat Jibril, keluarlah mata air zam-zam yang diberi nama telaga zam-zam.
 

B. Pengorbanan Nabi Ismail As


Kerinduan Nabi Ibrahim As. kepada anak kesayangannya sepertinya akan terobati karena Nabi Ibrahim As telah menyelesaikan tugasnya dan akan pulang untuk kembali bersama anak dan istrinya. 

Setelah bertahuntahun berpisah akhirnya, Nabi Ibrahim As bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarganya di sebuah tempat yang sekarang diberi nama Padang Arafah. Dengan senang hati mereka bertemu setelah sekian lama berpisah. Setelah melepaskan lelah mereka melakukan perjalanan pulang menuju ke Makkah. 
 

Di tengah perjalanan, mereka beristirahat dan tidur sejenak di Muzdalifah. Di saat tidur itulah Nabi Ibrahim As bermimpi bahwa Allah Swt memerintahkan agar beliau menyembelih anak kesayangannya yang baru bertemu dengannya. Kemudian berita itu disampaikan kepada Nabi Ismail As: “Wahai anakku, aku bermimpi dalam tidurku bahwa aku diperintahkan oleh Allah Swt untuk menyembelihmu”. 

Sebagai anak yang berbakti kepada orang tua maupun kepada Tuhannya dengan tanpa ragu-ragu ia menjawab: “Wahai ayahku laksanakan apa yang Allah Swt perintahkan, insya Allah aku termasuk orang yang tabah menjalaninya”.
 
Mendengar jawaban tersebut Nabi Ibrahim As. langsung memeluk Nabi Ismail As karena merasa terharu mempunyai anak yang taat kepada Allah Swt dan patuh kepada orang tuanya. Suatu cobaan yang sangat berat bagi Nabi Ibrahim As sebagai seorang ayah maupun Nabi Ismail As sebagai seorang anak. 

Ketika Nabi Ibrahim As akan memulai menyembelih Ismail, Allah Swt mengutus Malaikat jibril dan memerintahkan untuk mengganti Ismail dengan domba yang gemuk.
 
Sesudah nyata kesabaran dan ketaatan yang di lakukan oleh Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As. Maka Allah Swt melarang untuk menyembelih Nabi Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah Swt menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya kurban yang dilakukan pada hari raya haji.
 
Dari peristiwa inilah asal mula umat Islam seluruh dunia melaksanakan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Itulah keteladanan Nabi Ismail As dalam berbakti terhadap orang tuanya. Nah, apakah kalian juga termasuk anak yang patuh dan taat kepada kedua orang tua kalian?
Beriman Kepada Malaikat-malaikat Allah

Beriman Kepada Malaikat-malaikat Allah

Siapakah malaikat itu? Diciptakan dari apakah malaikat itu? Apakah tugas-tugas malaikat? Apakah kalian dapat melihat Malaikat?
Iman kepada malaikat Allah

A. Nama-nama Malaikat Allah Swt.


Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah Swt yang mulia. Ia diciptakan dari nur atau cahaya. Ia juga mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan makhluk lain. 

Malaikat merupakan makhluk gaib yang tidak dapat dilihat, diraba, maupun didengar. Namun keberadaan malaikat dapat diketahui dari wahyu yang diterima oleh para Nabi dan Rasul Allah Swt. 

Beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt adalah rukun iman yang kedua. Allah Swt menciptakan malaikat tanpa memiliki hawa nafsu sedikitpun. 

Kehidupan para Malaikat tanpa memiliki orang tua maupun anak, hidup mereka hanya untuk berkhidmat kepada Allah Swt semata. 

Para malaikat merupakan makhluk Allah Swt yang paling taat dan sama sekali tidak pernah melanggar perintah-Nya. Apabila mereka disuruh untuk bersujud, maka mereka tidak akan bangun hingga hari kiamat kecuali setelah Allah Swt perintahkan untuk bangkit kembali. Itulah sedikit gambaran mengenai ketaatan malaikat kepada Allah Swt.
Meskipun hanya 10 nama malaikat saja yang wajib kita ketahui, namun bukan berarti bahwa malaikat jumlahnya hanya 10 saja. 

Selain mereka, Allah Swt telah menciptakan jenis-jenis malaikat lainnya seperti malaikat penjaga gunung, penjaga laut, pemikul ‘Arsy, pembawa catatan amal dan lain sebagainya yang jumlahnya tidak kita ketahui secara pasti Allah Swt memang menciptakan jumlah malaikat yang sangat banyak. 

Akan tetapi, terdapat 10 malaikat yang harus kita ketahui yaitu:
  1. Malaikat Jibril
  2. Malaikat Mikail
  3. Malaikat Israfil
  4. Malaikat Izrail
  5. Malaikat Raqib
  6. Malaikat Atid
  7. Malaikat Munkar
  8. Malaikat Nakir
  9. Malaikat malik
  10. Malaikat Ridwan.

B. Sifat dan Tugas Malaikat


Malaikat yang diciptakan oleh Allah Swt memiliki tugas yang berbeda-beda. Tentunya itu sudah menjadi kehendak Allah Swt dalam mengaturnya. 

Malaikat adalah makhluk Allah Swt yang mampu menjalankan seluruh tugas yang diberikan Allah Swt. Malaikat selalu taat dan tidak pernah mengeluh tentang suatu apapun.
Adapun sifat-sifat malaikat, antara lain adalah:
  • Malaikat tidak memiliki hawa nafsu dan tidak menikah.
  • Malaikat tidak tidur, tidak makan dan tidak minum.
  • Malaikat tidak berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan.
  • Malaikat selalu patuh kepada Allah swt dan tidak pernah membantah perintah-Nya.
  • Malaikat senantiasa bertasbih dan mensucikan Allah Swt.
  • Malaikat dapat berubah bentuk seperti manusia, sesuai yang mereka kehendaki atas izin Allah Swt.

Tugas-tugas Malaikat-malaikat Allah

  1. Malaikat Jibril Menyampaikan wahyu dari Allah Swt kepada para Nabi dan Rasul.
  2. Malaikat Mikail Menyampaikan rezeki kepada manusia serta mengatur hujan dan angin.
  3. Malaikat Israfil Meniup sangkakala atau terompet pada hari kiamat.
  4. Malaikat Izrail Mencabut nyawa manusia. Malaikat Izrail disebut juga dengan nama malaikat maut.
  5. Malaikat Raqib Mencatat amal kebaikan yang dilakukan oleh manusia.
  6. Malaikat Atid Mencatat amal keburukan yang dilakukan oleh manusia.
  7. Malaikat Munkar Sebagai penanya manusia di alam kubur tentang amal perbuatannya di dunia.
  8. Malaikat Nakir Sebagai penanya manusia di alam kubur tentang amal perbuatannya di dunia .
  9. Malaikat malik Menjaga pintu neraka.
  10. Malaikat Ridwan Menjaga pintu surga.
Al-Asma Al-Husna Al-Adzim, Al-Kabir, Al-Karim, Dan Al-Malik

Al-Asma Al-Husna Al-Adzim, Al-Kabir, Al-Karim, Dan Al-Malik

Dengan merenungkan kejadian alam semesta ini kita dapat mengetahui bahwa pencipta alam ini pasti tidak sama dengan alam yang kita tempati. 

Dia pasti lebih dari segalanya. Itulah salah satu bukti dari kehebatan Allah Swt. Kita dapat mengenal kebesaran Allah Swt melalui nama-nama-Nya yang terbaik atau yang disebut juga dengan Al-Asma Al-Husna.
tata surya

Al-Asma Al-Husna adalah pengenalan sifat-sifat Allah Swt. Allah Swt mengenalkan diri melalui Asma (nama-nama)-Nya. Dan nama-nama terindah itu diturunkan agar Dia dijadikan panutan dalam pengembangan potensi-potensi baik dalam diri manusia.
Al-Asma artinya nama-nama, sedangkan Al-Husna artinya baik. Dengan demikian Al-Asma Al-Husna adalah nama-nama yang baik yang berjumlah 99 nama. 

Setelah kemarin mimin membahas asmaul husna al-ahad dan al-khaliq, pada kesempatan ini mimin ingin melanjutnkan pembahasan asmaul husna selanjutnya yaitu:

A. Al-Adzim ) )العَظِيْمُ


Apa arti Al- Adzim? Bagaimana sifat Allah Swt yang berkaitan dengan Al- Adzim? Ayo kita cari tahu.
Al-Adzim artinya Allah Maha Agung. Seluruh makhluk ciptaan-Nya tunduk dan patuh menyembah kepada-Nya. Mereka bertasbih memohon kepada Allah Swt dengan menyebut nama-Nya dan menyucikan Dzat-Nya yang Maha Agung. Tidak ada satu dzat pun yang memiliki keagungan tertinggi selain Allah Swt.

B. Al-Kabir ) )الكبير


Apa arti Al-Kabir? Bagaimana sifat Allah Swt yang berkaitan dengan Al-Kabir?Ayo kita cari tahu.
Al-Kabir artinya Allah Maha Besar. Al-Kabir adalah salah satu dari 99 Al-Asma Al-Husna yang artinya adalah Allah Maha Besar. 

Kebesaran Allah Swt dibuktikan dengan ciptaan-ciptaan-Nya yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya. 

Contoh Allah Swt bersifat Al-Kabir adalah dengan diciptakannya matahari yang sangat panas dengan sinar yang menerangi semesta alam sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup seluruh makhluk. Begitu juga terhamparnya laut yang luas dan gunung-gunung yang tinggi menghiasi bumi ini semakin membuktikan bahwa Allah Maha Besar.
Ketika seorang Muslim sudah takbir (membesarkan nama Allah Swt), maka pikiran, perasaan, dan gerakan fisiknya hanya tertuju kepada Allah Swt. Ia berdiri dengan posisi menghormat, rukuk dengan posisi merunduk, dan sujud berserah diri secara total kepada Allah Swt. 

Membesarkan nama Allah Swt tidak hanya dalam shalat. Namun shalat merupakan bukti sikap tawaduk dan rendah diri di hadapan Allah Swt. Siapa saja yang bersikap rendah diri maka Allah Swt akan mengangkat derajatnya, dan siapa saja yang bersikap angkuh maka Allah Swt akan menistakannya

C. Al-Karim ) )الكَرِيْمُ


Apa arti Al-Karim? Bagaimana sifat Allah Swt yang berkaitan dengan Al- Karim? Ayo kita cari tahu.
Makna pertama Al-Karim berarti kedudukan-Nya tinggi dan kekuasaan-Nya besar. Makna ini merujuk pada kemuliaan dzat.Makna kedua Al-Karim berarti pemilik sifat-sifat indah atau karakter yang mulia. Makna ketiga Al-Karim berarti kemuliaan pada perbuatan-Nya. 

Sehingga ketiga makna di atas adalah Allah Swt Maha mulia dalam dzat, sifat, dan perbuatan-Nya. Orang yang mengetahui bahwa Allah Swt Maha Mulia sifat-Nya maka ia takkan mencintai selain Allah Swt. 

Orang yang mengetahui bahwa Allah Swt Maha Mulia dzat-Nya maka ia akan mencintai Allah Swt tanpa adanya keraguan. Orang yang mengetahui bahwa Allah Swt Maha Mulia perbuatan-Nya maka ia takkan meminta selain kepada Allah Swt. 

Sebagai contoh Allah Swt memiliki sifat Al-Karim yaitu Allah Swt senantiasa memaafkan hambanya dan Allah Swt akan selalu menepati janji-Nya bila ia berjanji. Allah Swt tidak akan mengabaikan hamba yang menuju dan berlindung kepada-Nya.

D. Al-Malik ) )المَلِكُ


Apa arti Al-Malik? Bagaimana sifat Allah Swt yang berkaitan dengan Al-Malik? Ayo kita cari tahu.
Al-Malik artinya Yang Maha raja. Dialah yang merajai segala raja dan dzat yang berkuasa di bumi ini. Dzat yang memiliki kerajaan berarti memiliki kewenangan mutlak untuk mengatur dan memutuskan kepentingan seluruh makhluk tanpa butuh bantuan, tanpa bisa dihalangi, dan tanpa butuh pendukung. Allah Swt memiliki kekuasaan itu dengan dibarengi keagungan dan kemuliaan.
Nama Allah Al-Malik adalah nama yang mencakup seluruh sifat keagungan, kekuasaan, dan keluasan ilmu. dalam artian, tak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya dan pengawasan-Nya. Allah Swt berkuasa untuk mewujudkan ketentuan-Nya, baik berupa pahala maupun siksa. 

Contoh semua jabatan, kekuasaan, kewenangan, kedudukan dan kemuliaan ada di bawah kekuasaan Allah Swt. Jika di dunia ini kita banyak menjumpai orang yang berkuasa, memiliki kewenangan dan jabatan yang tinggi, memiliki kewenangan dan kekuasaan mengatur segala sesuatu, maka Allah Swt lebih kuat dan lebih berkuasa dari semua itu. 

Sebagai yang paling berkuasa di seluruh jagat semesta raya, maka Dialah yang berkuasa pula untuk mencabut dan memberi kekuasaan pada siapa yang dikehendaki-Nya.

Sunday, April 26, 2020

Asma'ul Husna Al-Ahad Dan Al-Khaliq

Asma'ul Husna Al-Ahad Dan Al-Khaliq

Allah SWT mempunyai banyak asmaul husna, nama-nama allah yang baik tersebut disebut dengan asma'ul husna yang berjumlah 99 nama.
asmaul husna 99
Dari ke 99 nama tersebut diantaranya adalah al-hadad dan al-khaliq, berikut ini penjelasan dari kedua asmaul husna yang akan mimin jelaskan

a. Al-Ahad


al-ahad artinya allah yang maha satu, esa artinya satu tidak ada tuhan selain allah allah tidak mempunyai anak allah tidak mempunyai orang tua hanya allah yang wajib disembah

b. Al-Khâliq


al-khâliq artinya allah yang maha pencipta,  allah yang menciptakan langit beserta isinya allah menciptakan manusia allah menciptakan hewan dan tumbuhan allah menciptakan malaikat dan setan allah menciptakan hewan dan tumbuhan untuk manusia. manusia boleh memanfaatkan semua untuk beribadah kepada allah swt.
 

Kisah Nabi Ibrahim as


Anak-anak diantara 25 nabi ada yang salah satu nabi yang bernama ibrahim nabi ibrahim putranya azar azar adalah pembuat patung dan penyembah berhala.
 
Nabi ibrahim hidup pada zaman raja namrudz, raja Namrud adalah raja yang terkenal sebagai penyembah berhala dan sebagai raja yang sangat kejam kepada semua rakyat
 
Raja namrudz menyembah berhala meskipun ayahnya penyembah berhala dan pembuat patung, nabi ibrahim tidak ikut menyembah berhala nabi ibrahim mempunyai pendirian yang berbeda dengan masyarakat lainnya beliau tidak pernah mengikuti acara penyembahan berhala yang dilakukan oleh orang lain
 
Nabi ibrahim tidak percaya bahwa patung buatan ayahnya dijadikan sebagai tuhan nabi ibrahim berusaha menemukan siapa sesungguhnya tuhan itu apakah bintang bulan atau matahari ketika melihat bintang beliau berpikir inilah tuhanku tetapi ketika melihat bulan yang lebih besar beliau berfikir inilah tuhanku karena ini lebih besar ketika pagi matahari muncul dan nampak lebih besar nabi ibrahim pun berfikir inilah tuhan yang dicarinya
 
Ketika malam ternyata tuhan matahari tersebut hilang akhirnya nabi ibrahim tahu bahwa tuhan yang sebenarnya adalah yang menciptakan alam semesta tuhan yang menciptakan bulan dan bintang juga tuhan yang menciptakan matahari sejak saat itu nabi ibrahim memutuskan untuk menyembah allah swt beliau menentang orang yang menyembah berhala

Saturday, April 25, 2020

Kalimat Thayibah Alhamdulillah

Kalimat Thayibah Alhamdulillah

Setiap kalian menerima kenikmatan  wajib bersyukur . Salah satu cara bersyukur dengan cara mengucapkan kalimat اَلْحَمْدُ لِلّهِ .

kalimat thayibah hamdalah
Dengan mengucapkan  Alhamdulillah kalian akan terhindar dari sifat sombong. Ingat,  jika kalian  bersyukur pada  Allah, Allah akan menambah nikmat kepada kalian, tetapi jika kalian kufur  kepada Allah, maka  Allah akan memberikan siksa yang sangat pedih pada kalian. Maka  Ketika kita mendapat nikmat dari Allah berupa apapun jangan lupa ucapkan اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
 Artinya “ Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam “ .

Kalimat  اَلْحَمْدُ لِلّهِ disebut juga bacaan  tahmid. Anak Islam harus selalu bersyukur dan mengucapkan  اَلْحَمْدُ لِلّهِ bila mendapatkan kenikmatan.  Bersyukur kepada Allah artinya berterima kasih kepada Allah .

Waktu Kalimat  Hamdalah diucapkan


Ketika kita sholat pasti mengucapkan اَلْحَمْدُ لِلّهِ, ketika kita berdoa awali  dan akhirilah doa dengan اَلْحَمْدُ لِلّهِ, ketika kita bersin mengucapkan اَلْحَمْدُ لِلّهِ, Setelah selesai bekerja kita  ucapkan  اَلْحَمْدُ لِلّهِ Setelah belajar kita ucapkan اَلْحَمْدُ لِلّهِ. Setelah makan kita ucapkan   اَلْحَمْدُ لِلّهِ.                          

Ayo sekarang kita nyanyi bersama masih ingat lagu sayang-sayang adikku sayang?
Hamdalah ( gubahan dari lagu anak - anak nak-naik ke puncak gunung)
Sgala puji bagimu Allah
Atas sgala nikmatmu 2 x
Setlah solat,awal akhir doa
Jangan lupa ucapkan
Setlah makan setlah belajar
Mari ucap hamdalah